Dua Pria Bandung Bobol Rumah di Bantul, Uang Curian Ludes untuk Judol
Dua pria asal Bandung ditangkap setelah diduga membobol rumah di Bantul. Uang asing hasil curian diakui ludes untuk judi online.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Bawaslu DIY mengaku tengah memetakan potensi kerawanan pelaksanaan Pilkada di wilayah setempat agar penyelenggaraan pesta demokrasi bisa berjalan dengan lancar dan nyaman pada November 2024 mendatang.
Anggota Bawaslu DIY Umi Illiyina mengatakan, petugas sekarang tengah mengerjakan laporan potensi kerawanan Pilkada mulai dari tingkat provinsi, kabupaten kota sampai tingkat kecamatan atau kemantren. Nantinya setelah selesai hasilnya akan dirilis kepada publik sebagai informasi acuan.
BACA JUGA : Ini Dia yang Jadi Potensi Kerawanan Pilkada di Jogja
"Masih dalam proses dan kami sudah memetakan dari beberapa sub dimensi mulai dari keamanan, konflik sosial, rawan bencana dan blank spot itu sudah kami identifikasi semua," kata Ummi, Rabu (19/6/2024).
Dijelaskan, dalam proses pemetaan potensi kerawanan itu Bawaslu DIY dan kabupaten kota menginventarisasi semua insiden dan kejadian yang berlangsung pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Data itu nantinya akan dimasukkan dan diolah kembali untuk menentukan tingkat kerawanan suatu daerah.
"Misalnya ada pelanggaran soal netralitas ASN dan dugaan politik uang, dokumen seperti itu kami buka kembali untuk menyaring data dam merumuskan tingkat kerawanan suatu daerah," pungkasnya.
Ummi menyebut, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait lainnya dalam pemetaan potensi kerawanan itu salah satunya Dinas Kominfo DIY untuk mendata titik blank spot. Sebab, wilayah yang belum terkoneksi akses internet cukup menyulitkan petugas dalam melaporkan hasil pencoblosan.
"Data itu kami harapkan bisa dijadikan panduan semua pihak, potensi mana saja yang perlu dikawal bersama untuk tidak menjadi gangguan keamanan," ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan Pilkada sedikit berbeda dibandingkan dengan Pemilu 2024 sehingga potensi kerawanan yang dihadapi juga berbeda. Jika Pemilu sifatnya lebih nasional sementara Pilkada perlu evaluasi menyeluruh dari penyelenggaraan sebelumnya untuk mengetahui potensi kerawanan.
BACA JUGA : Bawaslu Antisipasi Kerawanan Tahapan Pilkada Kota Jogja 2024
"Kalau di Pilkada kami melihat evaluasi pelaksanaan terakhir itu apa yang menonjol terjadi di lapangan dan itu kami jadikan acuan pula untuk merumuskan indeks kerawanan suatu daerah," KATAnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua pria asal Bandung ditangkap setelah diduga membobol rumah di Bantul. Uang asing hasil curian diakui ludes untuk judi online.
Jajal LRT Jakarta bersama Prabowo, penyandang disabilitas, lansia, dan pelajar berbagi pengalaman soal aksesibilitas dan kenyamanan layanan.
Bansos DIY disiapkan digital mulai 2027. Pendataan warga berjalan, termasuk 128.000 warga Sleman dan proses sanggah penerima terindikasi judol.
Meta Description:Slemania, BCS, Brajamusti dan The Maident menandatangani komitmen bersama menjaga keamanan dan kondusivitas Super League 2026/2027.
JJLS Kelok 23 dinilai membuka peluang pengembangan wisata selatan DIY dengan mendorong kunjungan, okupansi hotel, dan belanja wisatawan.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.