Penanganan Kasus Daycare Little Aresha Diadukan ke Ombudsman DIY
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menyiapkan lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara di Srimulyo, Piyungan. Hingga kini TPS Sementara Gadingsari, Sanden masih menerima sampah dengan kapasitas yang terbatas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi menuturkan TPS Sementara Gadingsari dinilai masih mampu menampung sampah, meski jumlahnya terbatas. Awalnya, kata dia, TPS Sementara Gadingsari akan penuh pada pertengahan Juni 2024 dan rencananya ditutup sejak 15 Juni lalu.
BACA JUGA: Sultan Minta Dinas Tinjau Ulang Izin Tambang yang Merusak Lingkungan
“Kalau Gadingsari ini proses [pembuangan sampah ke TPS Sementara Gadingsari] sisa terakhir saja. Kan masih ada satu lubang, kan ada enam lubang disana,” ujarnya saat ditemui, Kamis (27/6/2024).
Di TPS Sementara Gadingsari, pihaknya menyiapkan enam lubang untuk menampung sampah. Setiap lubang dibuat dengan ukuran 10x13 meter dengan kedalaman empat meter per lubang. Sampah dimasukkan ke lubang yang telah dilapisi geomembran.
"TPS Sementara Gadingsari akan penuh akhir Juni nanti. Saat ini kami tengah menyiapkan lahan di Srimulyo yang akan digunakan sebagai TPS Sementara," ujarnya.
Bambang menuturkan lahan yang akan digunakan di Srimulyo statusnya Sultan Ground (SG). Lahan tersebut luasnya mencapai 5 ribu meter. Di TPS tersebut, lanjutnya, diperkirakan mampu menampung sampah hingga 100 ton per hari.
“Tetapi umurnya [masa TPS Sementara Srimulyo] tidak panjang hanya sekitar 3-4 bulan,” ujarnya.
Bambang menuturkan lahan TPS di Srimulyo sebelumnya digunakan warga untuk menanam beberapa tanaman pangan antara lain cabai, dan ubi. Sebelum digunakan sebagai TPS Sementara, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk membahas terkait penggantian kerugian terhadap tanaman warga tersebut.
Lahan TPS tersebut akan dilapisi dengan geomembran sebelum digunakan untuk menampung sampah. DLH juga menyiapkan lindi tampungan sampah tidak mencemari lingkungan sekitar. Termasuk kajian lingkungan untuk penampungan sampah di lokasi tersebut.
"Diperkirakan proses penyiapan lahan TPS Sementara Srimulyo akan berlangsung hingga pertengahan Juli 2024," kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!