Perbup Kendali Ruang Disusun, Investor Taat Aturan Dapat Insentif
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Kondisi rumah warga yang terancam kemasukan air saat hujan dalam proses pembangunan jalan alternatif Sleman Gunungkidul di ruas Gayamharjo, Prambanan. Minggu (7/7/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Prambanan-Gayamharjo yang tersambung dengan exit toll Jogja-Solo disambut antusias oleh warga sekitar. Meski demikian, ada juga keluhan berkaitan pembangunan karena rumahnya terancam banjir saat terjadi hujan.
Salah satu keluhan disuarakan oleh Heru, warga Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan. Ia mengaku tidak memermasalahkan pembangunan karena secara umum akan berdampak positif terhadap pembangunan kewilayahan serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Hanya saja, ia berharap diberikan solusi karena dampak dari pembangunan membuat rumahnya rawan kemasukan air saat terjadi hujan. “Beberapa hari lalu sempat terjadi hujan dan airnya sudah masuk ke emperan [banjir],” katanya, Senin (8/7/2024).
Masuknya air ke dalam rumah tak lepas dari konstruksi jalan yang lebih tinggi. Untuk mengantisipasi saat terjadi hujan lagi, Heru sudah membuat tanggul dari tumpukan batu di depan rumah.
“Ini hanya sementara saja, untuk berjaga-jaga agar saat hujan tidak lagi masuk ke rumah. Tapi, kami tetap berharap ada Solusi permanen,” katanya.
Menurut dia, proses pembangunan jalan baru sudah berlangsung sejak satu bulan yang lalu dan diperkirakan selesai di akhir tahun. Meski belum selesai, denah jalan sudah mulai terlihat dan proses pengerjaan terus dilakukan menggunakan alat berat.
“Yang kami khawatirkan saat musim hujan tiba, kalau belum ditangani, maka akan menjadi persoalan tersendiri karena air bisa masuk ke rumah yang saya tempati,” ungkapnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Tri Murtoposidi saat dikonfirmasi membenarkan proses pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo sudah mulai dikerjakan. Ditargetkan pembangunan ditarget selesai di akhir 2024.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu,” kata Didik, sapaan akrabnya.
Disinggung mengenai keluhan warga berkaitan dengan dampak dari pembangunan jalan ini, ia mengakui belum tahu. Kendati demikian, Didik berjanji akan melakukan pengecekan Lokasi. “Kami akan cek terlebih dahulu, biar ada solusi pasti,” katanya.
Menurut dia, dalam pengerjaan jalan ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas drainanse yang berfungsi sebagai tempat pembuangan air. “Semua ada drainansenya. Tapi untuk sekarang masih fokus pembangunan exiting jalannya,” kata Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.