Ibarbo hingga Cimory Siapkan Wisata Buatan di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman memastikan upaya perbaikan jalan rusak terus dilakukan setiap tahunnya. Di tahun ini dialokasikan sebesar Rp21,8 miliar untuk peningkatan jalan kabupaten sebanyak enam ruas.
Pelaksana Harian Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Sleman, Suwarsono mengatakan, perbaikan jalan merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Perbaikan tidak hanya menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD kabupaten, tapi juga ada bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
BACA JUGA : Perbaikan Jembatan Beteng Sleman Dilelang Ulang
Untuk perbaikan yang bersumber dari APBD dialokasikan sekitar Rp7,1 miliar. Rinciannya, ruas Kemusuh-Seyegan sepanjang 250 meter menggunakan anggaran Rp900 juta.
Ruas Karanggeneng-Pagerjurang dialokasikan Rp4,42 miliar untuk pengerjaan sepanjang 731 meter. Berikutnya ada ruas Banjarsari-Butuh yang alokasinya Rp1,86 miliar untuk memerbaiki sepanjang 300 meter.
Adapun peningkatan jalan bersumber dari DAK, Pemkab Sleman mendapatkan bantuan sebesar Rp14,58 miliar. Rencananya pagu ini dipergunakan memerbaiki tiga ruas jalan kabupaten.
Ketiga jalan ini meliputi ruas Sidorejo-Kemasan sepanjang 2,05 kilometer yang pagunya Rp4,43 miliar. Selanjutnya ada ruas Ngangkruk-Babadan sepanjang 1,55 kilometer dengan pagu Rp4,21 miliar dan ruas Blembem-Tanen sepanjang 1,5 kilometer dengan alokasi Rp5,94 miliar.
“Jadi untuk perbaikan yang bersumber dari APBD dan DAK kalau ditotal tahun ini ada Rp21,8 miliar,” katanya, Ahad (14/7/2024).
Menurut dia, rencana perbaikan keenam ruas jalan sudah masuk tender dan proses kontrak untuk pengerjaan. Suwarsono berharap pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar sehingga pengerjaan bisa selesai tepat waktu.
Diharapakan dengan program ini maka bisa meningkatkan konektivitas dan aksesbilitas. Selain itu, juga untuk memberikan rasa aman sehingga risiko kecelakaan dapat dikurangi.
“Tentunya juga sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dikarenakan aksesbilitas yang semakin lancar,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta kepada jajarannya untuk bergerak cepat pada saat ada laporan jalan rusak. Respon cepat bisa dilakukan dengan melakukan penambalan sehingga tidak membahayakan pengguna jalan yang melintas.
BACA JUGA : Jalan Gedongkuning Sisi Selatan Diperbaiki, Pemkot Siapkan Rp9 Miliar
“Saya juga meminta untuk terus dilakukan monitoring secara berkala,” katanya.
Dia menjelaskan, hingga saat ini ada 52 ruas sepanjang 166,1 kilometer ruas jalan kabupaten yang menyangga jalan nasional, provinsi ataupun menuju jalur-jalur pariwisata. “Untuk kondisinya kondisi kelayakannya bagus karena mencapai 80-100%,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
DPRD DIY meminta pemerintah dan DPR RI menyinkronkan aturan ojol dalam RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU LLAJ.
Pendapatan parkir Sleman baru Rp3,17 miliar hingga September 2026. DPRD menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan.
Lima motuba seperti Civic Estilo, Starlet, BMW E30, W124 dan Lancer GTi masih diburu karena desain, sejarah, komunitas, dan kelangkaannya.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Survei Ipsos menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia dalam kepuasan kehidupan asmara dengan skor 85, hanya di bawah Thailand.