Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
ilustrasi anak pelaku kejahatan./Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bayi yang ditemukan dalam lubang jamban di Kapanewon Lendah pada minggu lalu sudah dikembalikan ke ibunya.
Pengembalian dilakukan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Kulonprogo setelah dilakukan penilaian komprehensif.
Kepala Dinsos-P3A Kulonprogo, Bowo Pristianto menjelaskan keluarga dan ibu yang bayinya ditemukan di Kapanewon Lendah itu bersedia menerima dan merawatnya. "Pengembalian bayi ke keluarganya itu dilakukan setelah dinyatakan secara medis sehat," katanya pada Rabu (17/7/2024).
Bowo menjelaskan ibu dari bayi itu juga masih berusia anak dimana duduk di bangku SMP. Pendampingan yang dilakukan Dinsos-P3A Kulonprogo juga dilakukan kepada ibu dari bayi tersebut.
Pemantauan terhadap kondisi ibu dan bayi tersebut, jelas Bowo, juga dilakukan Dinsos-P3A supaya kejadian tak terulang kembali.
"Kami akan berikan pendampingan psikologis kepada ibu bayi tersebut, untuk bayinya sudah kami berikan bantuan makanan dan perawatan lainnya," ungkapnya.
Kasus penelantaran anak di Kulonprogo, jelas Bowo, memang tak kali itu saja terjadi. "Kebetulan yang di Lendah ini menghebohkan, pada kasus lain hanya ditelantarkan dengan ditinggal begitu saja," jelasnya.
Meskipun kasus penelantaran anak kerap terjadi di Bumi Binangun tapi jumlahnya tak banyak. Penanganan Dinsos-P3A terhadap penelantaran anak dilakukan dengan menggandeng lembaga kesejahteraan sosial dalam penangannya.
"Seperti panti asuhan itu jumlahnya cukup memenuhi daya tampungnya, sehingga kami kolaborasi dalam penanganan kasus-kasus seperti itu," ungkapnya.
Kunci dalam pencegahan kasus penelantaran anak, lanjut Bowo, adalah pemahaman komprehensif sebelum menikah. "Dalam merencanakan keluarga perlu ada pemahaman yang tepat, terutama pola asuh anak dan menakar kemampuan merawat anak," pungkasnya.
Pengembalian bayi yang dibuang ke keluarganya ini juga dibenarkan Kasi Humas Polres Kulonprogo, AKP Triatmi Noviartuti. Kasus itu juga masih terus didalami kepolisian.
Novi menyebut ibu dan bapak dari bayi tersebut masih sama-sama berusia anak dimana masih bersekolah. "Bisa mengarah ke pidana anak, masih terus dalam pemeriksaan dan pendalaman," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.