Advertisement
Dapat Suntikan Investasi Rp17 Miliar dari Investor Swasta, Proyek ITF Bawuran Bisa Berlanjut

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mengklaim persoalan krisis pendanaan terkait dengan pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) pusat karbonasi di Bawuran, Pleret, kini selesai.
Pasalnya, meski DPRD Bantul mencoret penyertaan modal untuk Perumda Aneka Dharma senilai Rp2 miliar pada APBD Perubahan 2024, tetapi perusahaan pelat merah tersebut berhasil menggandeng salah satu perusahaan swasta yakni PT Dhaha Putra Dewa untuk melanjutkan pembangunan ITF di Dusun Sentulrejo, Bawuran tersebut.
Advertisement
Sekda Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan persoalan pembiayaan untuk pembangunan ITF Bawuran telah diselesaikan oleh Perumda Aneka Dharma. Aneka Dharma, kata dia, telah melakukan penandatanganan MoU dengan sistem Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Dhaha Putra Dewa.
Perusahan yang berkantor di Jakarta tersebut, kata Agus, akan memberikan bantuan dalam hal operasional dan pembangunan ITF Bawuran yang diperkirakan mencapai Rp17 miliar.
Perjanjian KSO adalah kerja sama operasional merupakan kerja sama antara dua perusahaan atau lebih yang bertujuan untuk menyelesaikan suatu proyek. Dalam bentuk kerja sama ini, masing-masing pihak menggabungkan modal produksi, pemasaran, keuangan, dan hal manajerial lainnya.
"Iya, itu nama perusahaannya. Jadi model kerja samanya nanti KSO. Jadi Perumda Aneka Dharma gandeng swasta, dan kemudian dia akan berjalan. Perjanjiannya dalam hal operasional, jadi bukan pinjam uang," kata Agus, di temui di Kantornya, Rabu (24/7/2024) sore.
Dengan adanya bentuk kerja sama tersebut, maka Agus yang juga komisaris dari Perumda Aneka Dharma tersebut mengaku tidak perlu adanya tambahan penyertaan modal dan keuangan dari Pemkab Bantul terkait dengan pembangunan ITF Bawuran. "Karena semua kan sudah selesai dengan KSO," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Bantul tersebut.
BACA JUGA: Pemda DIY Tagih Komitmen Kabupaten Kota Terkait Pengelolaan Sampah, Begini Nasib ITF Bawuran
Diakui Agus, kerja sama antara Aneka Dharma dengan PT Dhaha Putra Dewa telah kelar dan MoU antara kedua belah pihak telah ditandatangani pada Jumat (19/7/2024) malam.
Dalam perjanjian tersebut, PT Dhaha Putra Dewa akan membiayai keseluruhan biaya pembangunan ITF Bawuran.
Oleh karena itu, Agus optimistis pembangunan ITF dengan kapasitas 70 ton per hari tersebut akan selesai pada September mendatang. "Ya, dengan desain ini maka persoalan pembangunan ITF Bawuran selesai. Paling tidak ini sudah ada sinergi antara swasta dengan BUMD untuk selesaikan proyek ini," kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

KAI Catat 16,2 Juta Pemudik Gunakan Kereta Api Selama Angkutan Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Simak Jadwal KRL Jogja Solo Selama Libur Lebaran, Berlaku hingga 13 April 2025
- Rute dan Jadwal Bus Trans Jogja ke Tempat-Tempat Wisata
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
- Hanya Khusus Libur Lebaran 2025, Berikut Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo PP
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
Advertisement
Advertisement