Event Jogja Mei: TBY Gelar Tari Kontemporer Lintas Generasi
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY meminta kepada instansi terkait untuk rutin mengecek peralatan penanggulangan kebencanaan yang dimilikinya sebagai persiapan menghadapi ancaman bencana kekeringan yang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan, audit dan pemeliharaan terhadap aset peralatan kebencanaan wajib diselenggarakan rutin dan berkala. Sebab peralatan itu merupakan modal utama petugas saat menanggulangi insiden kebencanaan, sehingga siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Masing-masing alat kan punya jangka waktu dan durasi maksimal pemakaian, jangan sampai saat situasi mendesak dan sangat dibutuhkan tidak bisa digunakan," jelasnya, Kamis (25/7/2024).
Menurut Eko, upaya antisipasi memang harus diutamakan dalam sektor kebencanaan. Namun demikian kesiapsiagaan tentu harus pula dimaksimalkan agar insiden bencana yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang signifikan.
"Apalagi DIY punya belasan ancaman risiko bencana mulai dari gempa, angin kencang, letusan gunung api dan sebagainya. Maka risiko itu harus diikuti pula dengan kesiapan alat yang mumpuni," ungkapnya.
Kepala BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengecekan dan penghapusan pada aset peralatan kebencanaan yang rusak dan tidak bisa dipakai. Tahun ini saja ada dua alat berat jenis eskavator yang dihapus lantaran tidak lagi berfungsi dan tak bisa diperbaiki.
BACA JUGA: Pemda DIY dan PT.PII Kerja Sama dalam Percepatan Penganan Sampah
"Maka sebagai gantinya kami sedang mengajukan permohonan melalui pemerintah pusat untuk hibah peralatan yang baru. Sementara yang ada sekarang semuanya relatif aman bisa digunakan untuk penanganan kebencanaan," katanya.
Total ada sebanyak 300 peralatan penanganan bencana yang dihapus tahun ini baik itu karena rusak, mesin yang tidak fungsi seperti peralatan komunikasi, terpal, permesinan dan lain sebagainya. Sementara kebutuhan untuk peralatan kebencanaan cukup signifikan apalagi dengan adanya program Kaltana.
"Total kan kami sudah deklarasikan sebanyak 340 Kaltana atau Kalurahan Tangguh Bencana itu tentu butuh alat, tapi tentu semuanya bertahap untuk pengadaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.