Kekeringan Gunungkidul Meluas, 16 Kapanewon Sudah Terima Air Bersih
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman memastikan tidak lagi menggelar program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio. Pasalnya, kegiatan ini sudah terlaksana di awal 2024 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, beberapa wilayah di DIY seperti Bantul, Kota Jogja dan Gunungkidul melakukan PIN polio. Meski demikian, pihaknya tidak mengikuti program ini.
BACA JUGA: 60 Ribu Anak di Gunungkidul Jadi Sasaran Imunisasi Polio
Ia berdalih pelaksanaan di Sleman sudah lebih dahulu dikarenakan terlaksana pada Januari hingga Februari lalu. Menurut dia, pemberian imunisasi ini diberikan dua kali.
Gelombang pertama, dilaksankan 15-20 Januari dan helombang kedua terlaksana di 19-24 Februari. Untuk sasarannya ada sekitar 149.000an anak usia 0-7 tahun.
“Program berjalan dengan sukses dengan capaian di tingkat kabupaten 98,8%. Ini melebihi harapan karena targetnya hanya 95%,” kata Cahya, Kamis (25/7/2024).
Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi di Sleman lebih cepat dikarenakan adanya temuan kasus polio di Kecamatan Manisrenggo, Klaten sehingga ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Penetapan ini juga berdampak di Kabupaten Sleman dikarenkan lokasinya berbatasan langsung dengan lokasi temuan kasus. Oleh karenanya, Sleman menjadi wilayah respon KLB sehingga dilakukan upaya pencegahan dengan program imunisasi.
BACA JUGA: Pekan Imunisasi Nasional Polio di Bantul Dimulai Hari Ini, Sasaran 104 Anak
“Kita sudah melakukan imunisasi sejak awal tahun, sehingga sekarang tidak lagi menggelar PIN polio seperti wilayah lain di DIY,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, pelaksanan Sub PIN Polio di Sleman yang berlangsung dua putaran berjalan dengan lancar. Meski demikian, ia mengakui sempat ada perpanjangan pelaksanaan untuk menyisir anak yang belum tervaksin agar hasilnya lebih optimal.
“Tujuan diadakan vaksin agar mampu membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di Masyarakat sehingga penularan bisa dicegah,” kata Yuli beberapa waktu lalu.
Menurut dia, setelah vaksinasi polio, juga ada rencana pemberian imunisasi untuk Japanese Encephalitis (JE). Penyelenggaran mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI No: JK.01.07/MENKES/1462/2023 tentang Pemberian Imunisasi JE di Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dan DIY.
Rencananya vaksinasi JE diberikan kepada anak berusia 15 tahun ke bawah. “Ini program dari Pemerintah Pusat di wilayah DIY sehingga juga dilaksanakan di Kabupaten Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan