Advertisement
150 KK di Gunungkidul Dapat Bantuan untuk Kelola Air Limbah

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) menjadi sasaran penerima bantuan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Program ini menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesehatan.
Subkor Penyehatan Lingkungan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Yuliana Dwi Arsanti, mengatakan SPALD-S berupa septic tank dan resapan. Adapun, penerima bantuan tersebar di Kalurahan Bejiharjo, Jatiayu, Kepek, dan Nglipar.
Advertisement
Rincian sebaran itu, di Kalurahan Bejiharjo ada 81 KK, Jatiayu ada 26 KK, Kepek ada 25 KK, dan Nglipar ada 15 KK. Sumber anggaran program ini berasal dari APBD Kabupaten. Per KK mendapat Rp6 juta.
“Dana ditransfer lewat kelompok. Dana itu termasuk biaya operasional kelompok dan ketentuan lain yang dipersyaratkan dalam program. Misal laporan pertanggungjawaban, papan nama program, dan biaya rapat koordinasi di kelompok,” kata Yuliana dihubungi, Jumat, (26/7/2024).
Di lain pihak, Panewu Tepus, Subiyantoro mengatakan di wilayahnya ada tiga kalurahan yaitu Sidoarjo, Giripanggung, dan Tepus yang menjadi sasaran program jamban sehat dan tangki septik bagi keluarga miskin.
BACA JUGA: Ratusan Ribu Remaja Indonesia Terlibat Judi Online dengan Transaksi Rp282 Miliar
Program ini disalurkan tanpa melalui DPUPRKP. Langsung ke Pemerintah Kapanewon. Jumlah penerima bantuan sebanyak 31 KK dengan rincian 11 KK di Kalurahan Sidoarjo, 10 KK di Giripanggung, dan 10 KK di Tepus.
Sumber dana untuk program itu berasal dari APBD 2024 dengan total Rp154 juta. Rincian penggunaannya yaitu Rp4 juta per KK untuk jamban sehat dan Rp7 juta per KK untuk tangki septik. Bantuan ini diberikan dalam bentuk material seperti batako, besi 8 mm, semen, pasir, seng gelombang, pintu, kusen, dan tutup bus beton.
Adapun sasaran bantuan jamban sehat tersebut mendasarkan pada data yang diberikan oleh kalurahan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang kemudian dievaluasi dan disesuaikan dengan data yang ada di Daftar Penerima Tetap (DPT) Kapanewon.
Pemberian bantuan itu, tegas Subiyantoro merupakan upaya Pemkab Gunungkidul melalui Pemerintah Kapanewon untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Katanya, angka kemiskinan dapat diturunkan apabila masyarakat sejahtera yang mensyaratkan masyarakat sehat.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku bantuan jamban sehat dan tangki septik itu adalah bentuk nyata pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat. “Kami berharap bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement