6 Anak di Sleman Terpapar Radikalisme, Kesbangpol Lakukan Asesmen
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
SAR SRI Wilayah Operasional I dan Polair Pantai Sadeng sedang menunggu proses evakuasi nelayan yang hanyut akibat perahu karam di Dermaga Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Sabtu, (27/7/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah perahu nelayan dihantam ombak dan karam di perairan Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul pada Sabtu, (27/7/2024) sore. Dua nelayan berhasil selamat, sedangkan satu orang di antaranya dinyatakan hilang.
Koordinator SAR SRI Wilayah Operasi I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan kejadian berawal ketika tiga nelayan bernama Triyono, 34, warga Girisubo; Sugi, 28, warga Cilacap; dan Faisal, 25, warga Girisubo memutuskan melaut dari Pantai Sadeng, Sabtu, (27/7) pukul 14.30 WIB.
BACA JUGA : Kesadaran Nelayan Memakai Baju Pelampung saat Melaut di Gunungkidul Masih Rendah
Ketika mereka sedang menarik jaring lobster, perahu dihantam ombak dan terbalik. Saksi yang berada di atas tebing yang melihat kejadian tersebut kemudian melapor ke SAR dan Polair Pantai Sadeng.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pencarian bersama nelayan menggunakan lima belas perahu di tempat kejadian atau depan Tebing Ngrongkok, barat Pantai Sadeng.
Di tempat kejadian, tim pencari mendapati dua orang terapung menggunakan pelampung jaring. Mereka adalah Sugi dan Faisal yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK). Tim lantas mengevakuasi mereka ke dermaga Pantai Sadeng pukul 16.20 WIB dan membawa ke RS Maguhan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Adapun tekong perahu, Triyono hingga Minggu (28/7/2024) pukul 12.21 WIB masih belum ditemukan. “Pak Triyono masih belum kami temukan,” kata Sunu dihubungi, Minggu, (28/7/2024).
Kejadian perahu karam bukan pertama kali terjadi di perairan Pantai Sadeng. Pada Rabu, (5/6/2024), dua nelayan asal Girisubo dan Pracimantoro juga hilang setelah perahu mereka karam dihantam ombak. Nahas, mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Sunu mengatakan bahwa kecelakaan laut (laka laut) mayoritas menimpa warga lokal seperti nelayan. Jumlah laka laut selama enam bulan terakhir yang terjadi di wilayah operasinya yang merentang dari Pantai Sadeng hingga Ngitun mencapai lima kejadian.
Rincian laka tersebut yaitu pertama di Pantai Jungwok korban meninggal satu orang; kedua, Pantai Watu Lumbung, satu orang korban selamat; ketiga, Pantai Sadeng, korban tiga orang selamat; keempat, Pantai Sadeng, korban dua orang selamat; dan Pantai Sadeng, dua korban meninggal dunia.
BACA JUGA : Perahu Hantam Tebing Saat Cuaca Berkabut di Gunungkidul, 1 Nelayan Meninggal Dunia
Koordinator SAR SRI Pantai Baron, Marjono telah menyampaikan ada delapan belas orang yang menjadi korban laka laut sejak Januari 2024. Dari jumlah ini, tujuh belas di antaranya merupakan wisatawan. Dari jumlah itu, ada tiga orang meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian 29 Agustus 2026 lengkap dengan harga jual dan buyback terbaru.
Iran dan Oman menyepakati rute pelayaran Selat Hormuz. Iran siap membuka kembali jalur itu jika AS memenuhi komitmen nota kesepahaman.
Danantara menyoroti rencana pengalihan dividen Rp120 triliun ke APBN dan meminta investasi jangka panjang tetap menjadi perhatian.
Peneliti UGM Eddy Kiswanto memetakan tiga kategori UMKM dan mendorong transformasi dari survival menjadi wealth creator.
Semangat berdikari di bidang pangan kembali digaungkan dari jantung Kota Jogja melalui Festival Mustika Rasa yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 di Alun-Alun