Gerbang Tol Trihanggo Hadir dengan Siluet Ikonik Ratu Boko
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Suasana proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 di Tirtoadi pada Kamis (6/6/2024).Catur Dwi Janati/Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Kontraktor pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman memastikan pengendara tetap bisa melintas saat proyek konstruksi tol di tengah Ring Road utara mulai berlangsung September nanti.
Pengembang tol juga menyiapkan pagar hingga lampu penerangan untuk keamanan serta keselamatan para pengendara yang melintas.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY, PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto menjelaskan proyek tol akan memakan area jalan di tengah Ring Road selebar 12 meter. Area tersebut akan digunakan untuk proses konstruksi Tol Jogja-Solo yang dibangun melayang di atas Ring Road. Untuk keamanan, Pagar Proyek Daur Ulang (PPDU) akan dipasang disepanjang satu kilometer di Ring Road utara area Trihanggo, Gamping.
"Kami dari proyek mohon maaf, mohon izin kepada masyarakat DIY kita akan masuk Ring Road di wilayah Trihanggo. Mungkin akan sedikit kenyamanannya berkurang, karena nanti yang tengah kita pagar," kata Agung pada Sabtu (24/8/2024).
Dengan 12 meter jalan dipakai untuk pengerjaan proyek tol, jalan yang tersisa selebar sembilan meter di sisi utara dan sembilan meter di sisi selatan.
Kedua sisa jalan ini masih bisa digunakan pengendara untuk melintas. Sehingga, selama proyek pembangunan tol di tengah Ring Road berlangsung Agung menegaskan bila pengendara dipastikan masih tetap dapat melintas di ruas jalan yang tersisa.
"Semaksimal mungkin kita akan memberikan pelayanan untuk bisa dilalui akses jalan yang di kiri kanan [pagar] itu," tegas Agung.
Tak hanya aspek keamanan, pihak tol pun berusaha memaksimalkan aspek kebersihan selama proyek bergulir. Tujuannya yakni agar tidak menggangu kenyaman pengendara yang melintas.
"Secara kebersihan, maupun metode kerja kami semaksimal mungkin tetap memerhatikan keamanan pengguna jalan. Karena harus tetap bisa dilalui Ring Road-nya," katanya.
Di sisi lain soal penerangan, Agung mengungkapkan bila pihak tol juga akan menyediakan lampu penerangan di sekitar proyek. Selain untuk menerangi area proyek, lampu ini juga berfungsi untuk memberikan penerangan bagi pengendara yang melintas di area Ring Road.
"Betul pasti, di sisi pagar itu nanti ada lampu setinggi lima meter tiangnya untuk bisa menerangi jalan baik di dalam maupun di luar proyek, di dalam pagar maupun di luar pagar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance