Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Kondisi lahan pertanian jagung yang dikelola Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Kalurahan Bugel dalam pendampingan BPP Panjatan.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Potensi pertanian jagung di pesisir selatan Bumi Binangun cukup melimpah dimana produktivitasnya mencapai 6,85 ton per hektar. Data produktivitas itu dari hasil panen terbaru pada awal September 2024 ini di Kapanewon Panjatan.
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Panjatan yang memantau panen jagung di Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Kalurahan Bugel menyebut produktivitas itu sudah dalam kondisi jagung terpipil. Varietas jagung yang produktivitasnya 6,85 ton per hektar itu adalah jenis P40.
BACA JUGA : Sultan Minta Produktivitas Jagung di Gunungkidul Meningkat
Petugas BPP Panjatan, Danang Herusena menjelaskan lahan yang dipantau produktivitasnya itu juga difasilitasi bantuan. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo yang memfasilitasi itu memberikan benih unggul dan sarana-prasarana lainnya, terutama pupuk kepada kelompok tani tersebut.
Danang menerangkan fasilitasi benih jagung dari DPP Kulonprogo itu untuk lahan seluas lima hektar. "Kami jadikan program percontohan budidaya jagung karena lahan mendukung dan hasilnya membuktikan demikian," terangnya, Minggu (8/9/2024).
Percontohan budidaya jagung di Kalurahan Bugel ini, jelas Danang, diharapkan jadi alternatif lain bagi petani dalam meningkatkan sumber pendapatannya. "Dengan pertimbangan prospek budidaya jagung, sehingga banyak petani yang tertarik melakukan usaha tani jagung," jelasnya.
Tak hanya fasilitasi benih dan sarana lain, lanjut Danang, BPP Panjatan juga memberikan pelatihan dan pendampingan agar petani memiliki keterampilan dalam budidaya jagung tersebut. "Kami terutama membantu menangani pengendalian hama pada jagung ini," katanya.
Hasil pengendalian hama pada jagung di Bugel, Panjatan itu menunjukan minim hama dan cocoknya lingkungan di sana dalam budidaya komoditas tersebut. "Selanjutnya kami harap petani dapat mandiri dalam budidaya jagung ini, lebih-lebih dapat menyebarkan keterampilannya dalam pertanian komoditas ini ke petani-petani lain yang baru akan memulai," tandasnya.
Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan DPP Kulonprogo, Kirmi mengapresiasi para petani di Bugel tersebut yang berhasil memulai budidaya jagung. "Penanaman jagung ini pas setelah musim tanam kedua, ini bisa jadi pilihan yang tak kalah menguntungkan bagi para petani," ujarnya.
BACA JUGA : 17 Ribu Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Digelontor Bantuan Benih
Kirmi menyebut hasil jagung dari budidaya tersebut juga cukup unggul dan berkualitas. "Model jagungnya besar, berisi banyak, artinya secara kualitas juga unggul maka perlu dipertahankan lebih-lebih ditingkatkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.