Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi tsunami - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Permintaan sejumlah warga pesisir selatan Bumi Binangun untuk membangun shelter guna mitigasi gempa megathrust ditanggapi Kepala BPBD Kulonprogo, Taufiq Prihadi pada Jumat (20/9/2024). Menurutnya sebelum warga minta shelter, pihaknya sudah mengusulkan pembangunan tempat pengungsian itu ke pemerintah pusat lewat Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).
Taufiq menyebut usulan pembangunan shelter itu ia sampaikan ke BNPB sebanyak dua kali, pertama pada 2023 silam saat forum diskusi terpungpung dan kedua pada pertengahan 2024 ini sebelum isu megathrust hangat diperbincangkan. Pertengahan 2024 lalu Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto berkunjung langsung ke Kulonprogo pada saat itu usulan kedua pembangunan hunian pengungsian disampaikan BPBD Kulonprogo.
Usulan pembangunan shelter di Kulonprogo itu ditanggapi BNPB, jelas Taufiq, dimana diminta merencanakan secara matang agar tidak mengulang sejumlah tempat pengungsian yang berakhir terbengkalai. "Dari BNPB usul ke kami agar lebih memanfaatkan bangunan yang sudah ada seperti Bandara YIA atau hotel-hotel di sekitarnya," paparnya.
Shelter yang terbengkalai, menurut Taufiq, karena tidak dirancang secara matang seperti di Pantai Baru, Bantul. "Kami juga lihat shelter-shelter yang sudah ada, ternyata banyak yang terbengkalai tidak dimanfaatkan secara maksimal, kemungkinan karena tidak ada anggaran untuk perawatan artinya perlu dimatangkan perencanaannya sampai pada pemanfaatan dan pemeliharaan," terangnya.
Sementara itu lokasi pengungsian untuk evakuasi bencana di Kulonprogo terutama gempa megathrust dan tsunami, lanjut Taufiq, sudah ada. Bandara YIA dan sejumlah hotel di Kapanewon Temon sudah mengizinkan bangunanya jadi shelter jika bencana terjadi.
Izin dari Bandara YIA dan sejumlah hotel ini untuk dijadikan sebagai shelter, lanjut Taufiq, tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS). "Komitmen itu tertuang dalam PKS saat awal perizinan pembangunan Bandara YIA dan hotel-hotel tersebut dengan Pemkab Kulonprogo," ungkapnya.
Taufiq mencontohkan Hotel Morazen di Temon yang bahkan menyediakan logistik kepada pengungsi jika terjadi bencana. "Tidak hanya jadi tempat lokasi, Hotel Dafam (kini namanya Morazen) komitmen menyediakan logistik juga kepada korban bencana yang mengungsi di sana," tandasnya.
Sebelumnya Lurah Karangwuni, Anwar Musadad menyebut shelter diperlukan terutama untuk warganya sebab jalur evakuasi di desanya itu terbatas. "Tidak semua bisa lari evakuasi karena akses jalur terbatas kalau megathrust terjadi sehingga penting untuk direncanakan tempat pengungsian," tuturnya.
Tak hanya anwar, seorang petani dari Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Sukarman juga usul hal serupa. Bahkan ia menilai pembangunan shelter juga dapat dimanfaatkan sebagai gedung serba guna saat bencana belum terjadi untuk keperluan fasilitas sosial seperti tempat ibadah atau ruang olahraga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Tiga lurah di Depok, Sleman terseret kasus Tanah Kas Desa. Dugaan korupsi TKD menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.
KPK melelang 108 aset rampasan koruptor senilai Rp311 miliar. Barang milik Syahrul Yasin Limpo hingga tanah dan kendaraan ikut ditawarkan.
2,3 juta anak Indonesia belum mendapat imunisasi. Pakar UMY mengingatkan risiko wabah penyakit dan pentingnya imunisasi dasar lengkap.
Film Jogja RBMT masuk kompetisi utama Shanghai International Film Festival 2026 dan bersaing di tujuh kategori penghargaan bergengsi.