Tabrakan Beruntun Depan Terminal Dhaksinarga, Satu Tewas
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Foto ilustrasi pemilahan sampah botol plastik - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup Sleman memastikan tender untuk pembangunan TPST Donokerto di Kapanewon Turi sudah selesai. Sesuai hasil kontrak, pembangunan ini menelan biaya Rp10,9 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan, rencana pembangunan TPST Donokerto di Kalurahan Donokerto, Turi, di tahun ini jalan terus. Upaya lelang untuk mencari rekanan yang mengerjakan proyek sudah selesai dilakukan di Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa. “Sudah selesai dan prosesnya lancar,” kata Epi saat dihubungi, Selasa (1/10/2024).
Meski rekanan yang mengerjakan sudah ditentukan, tetapi dia mengakui proses pembangunan masih belum dimulai. Epi berdalih pengerjaan TPST masih menunggu izin pemanfaatan lahan yang berasal dari Tanah Kas Desa dari Gubernur DIY. “Izin masih dalam proses dan mudah-mudahan segera turun agar pembanguan TPST Donokerto selesai tepat waktu,” katanya.
Epi menyakini izin bisa pemanfaatan Tanah Kas Desa dari Gubernur bisa turun. Keyakinan tersebut tak lepas dari pelaksanaan pembangunan TPST Tamanmartani, Kalasan dan Sendangsari di Kapanewon Minggir yang juga menggunakan Tanah Kas Desa.
Menurut dia, pembangunan TPST Donokerto merupakan upaya dari Pemkab Sleman untuk mengatasi persoalan sampah yang hingga sekarang belum bisa diselesaikan. Diharapkan dengan adanya fasilitas pengolahan ini, maka dapat berdampak signifikan terhadap penanganan sampah di Bumi Sembada.
“Tidak hanya TPST Donokerto, rencananya tahun depan juga masih membangun fasilitas yang sama agar persoalan sampah bisa benar-benar ditangani dengan baik,” katanya.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Setda Sleman, Widodo mengatakan, lelang untuk pembangunan TPST Donokerto sudah selesai. Tanda tangan kontrak untuk pengerjaan juga sudah dilakukan dengan anggaran pembangunan sebesar Rp10.990.990.000.
“Pagu awal memang Rp11,6 miliar, tapi setelah lelang pembangunan hanya butuh biya Rp10,9 miliar. Untuk pengerjaan bisa kontak ke Dinas Lingkungan Hidup yang menangani,” katanya.
BACA JUGA: Pembangunan TPST Donokerto Sleman: Dianggarkan Rp11,5 Miliar Masuk di Tahap Lelang
Menurut dia, tender pembangunan sempat mengalami kegagalan satu kali. Hal ini terjadi karena ada sanggahan dari peserta lelang yang menyatakan keberatan terkait dengan putusan yang dibuat sehingga proses tidak memenuhi persyaratan.
“Di masa lelang pertama, ada masa sanggah sebelum dilakukan tanda tangan kontrak. Di masa sanggah inilah ada keberatan dan pokja menerimanya sehingga lelang dinyatakan gagal,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui lelang kedua berjalan dengan lancar sehingga bisa dilakukan tanda tangan kontrak untuk pengerjaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kecelakaan beruntun melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil di depan Terminal Dhaksinarga Wonosari menewaskan seorang pemotor berusia 18 tahun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.