Hati-hati! Penipuan Booking Hotel di Jogja Kembali Marak
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dikabarkan masuk dalam jajaran calon menteri di kabinet Prabowo-Gibran.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir masih menunggu keputusan presiden terpilih terkait menteri yang akan masuk dalam Kabinet Prabowo-Gibran.
BACA JUGA: Muhammadiyah DIY Terima Kunjungan Harda-Danang di Kantor PWM
“Jangan mendahului presiden terpilih, kita tunggu 20 Oktober, seluruhnya hak prerogatif presiden, kita hargai kita hormati,” ujarnya saat peresmian UMY Student Dormitory di Kasihan, Bantul, Jumat (4/10/2024).
Haedar menilai, presiden terpilih telah memetakan dengan cermat terkait calon menteri yang akan ada dalam kabinet Prabowo-Gibran. Sehingga, pihaknya tidak ingin campur tangan terhadap penyusunan menteri dalam kabinet tersebut.
“Sekali lagi kita hormati, kita percaya dan Prabowo itu sosok yang menguasai peta Indonesia, peta kekuatan masyarakat. Sehingga yang dipilih beliau akan merepresentasikan berbagai profesi, golongan, kekuatan yang ada di masyarakat,” katanya.
Haedar pun berpesan agar menteri terpilih yang mengurus bidang pendidikan mampu membangun Indonesia secara holistik. Sehingga sektor pendidikan mampu mendorong kemajuan pembangunan di Indonesia.
“Siapapun yang diberi mandat jadi menteri kabinet, termasuk dalam bidang pendidikan, concern kami membangun Indonesia berkembang secara fisik dan raga, tetapi harus jadi satu kesatuan yang integral jiwanya. Antara jiwa raga, itulah Indonesia raya. Jadi tidak bisa raga saja tetapi jiwa juga,” jelas Haedar.
Sebelumnya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berharap agar menteri pendidikan dalam kabinet Prabowo-Gibran berasal dari kader Muhammadiyah.
“Mudah-mudahan besok menteri pendidikannya dari Muhammadiyah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penipuan reservasi hotel di Jogja kembali marak lewat nomor palsu di Google Maps. PHRI DIY imbau wisatawan lebih waspada.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.