Jelang Iduladha 2026, Perdagangan Hewan Kurban di Bantul Bakal Naik
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Suasana kirab budaya oleh Paguyuban Kampung Srawung di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, Sabtu (2/11/2024)
Harianjogja.com, JOGJA – Gelaran Festival Kampung Srawung ke-7 yang diadakan di Kelurahan Rejowinangun, Kemantren Kotagede, sukses menyita perhatian masyarakat. Acara tahunan yang telah menjadi tradisi sejak 2016 ini kembali digelar dengan rangkaian kegiatan yang menarik.
Ketua Pembina Paguyuban Kampung Srawung Abdul Kholik menjelaskan bahwa Festival Kampung Srawung bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. "Acara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bentuk syukur kita atas segala karunia yang telah diberikan," ujar Kholik, Sabtu (2/11/2024).
Salah satu daya tarik utama Festival Kampung Srawung adalah Kirab Budaya dan Gunungan. Prosesi kirab yang melibatkan seluruh warga membawa gunungan hasil bumi ini merupakan simbol kemakmuran dan harapan agar masyarakat selalu diberikan rezeki yang melimpah.
Selain itu juga ada tradisi Kembul Bujono menjadi momen sakral dalam Festival Kampung Srawung. Acara makan bersama ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, agama, dan adat, serta disaksikan oleh seluruh warga. Kembul Bujono bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi ikrar perdamaian dan komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih baik.
Beragam Kegiatan Menarik Lainnya
Selain Kirab Budaya dan Kembul Bujono, Festival Kampung Srawung juga menyajikan berbagai kegiatan menarik lainnya, seperti prmainan tradisional anak, pengajian akbar, pertunjukan seni budaya dan pasar kuliner tradisional
Agenda yang dimulai sebagai inisiatif kecil dari beberapa RT kini telah berkembang menjadi sebuah festival besar yang melibatkan seluruh warga Kelurahan Rejowinangun. Bahkan, Festival Kampung Srawung memiliki ambisi untuk go internasional dan dikenal oleh masyarakat dunia.
"Harapan kami, Festival Kampung Srawung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam melestarikan budaya dan kearifan lokal," tambah Kholik.
Festival Kampung Srawung tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, tetapi juga diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kotagede. Dengan demikian, Festival Kampung Srawung dapat berkontribusi pada pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah.
"Kami berharap festival ini dapat terus berkembang dan mendapatkan dukungan dari pemerintah serta berbagai pihak terkait. Dengan kolaborasi yang solid, acara ini bisa menjadi bagian dari kalender event seni, budaya, dan wisata Jogja," pungkas dia.
Nisa salah satu peserta kirab, mengungkapkan kegembiraannya. "Saya sangat senang bisa ikut serta dalam acara ini. Selain bisa menampilkan kesenian tradisional, saya juga bisa bertemu dengan banyak teman lama," ujarnya.
"Gunungan yang kami bawa ini merupakan simbol kemakmuran dan kesuburan. Kami berharap dengan adanya kirab ini, kampung kami akan semakin maju dan masyarakatnya hidup rukun," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S
Cuaca panas bisa memengaruhi baterai mobil listrik. Simak 6 cara menjaga baterai EV tetap awet dan efisien saat suhu ekstrem.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian