Pencegahan Stunting, Ratusan Kilo Ikan Nila Disebar di Rawa-rawa Kulonprogo
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ikan nila dengan total berat 115 kilogram disebar di rawa-rawa serta kolam di Kalurhan Kranggan, Kapanewon Galur. Hal ini bertujuan agar menambah sumber pangan lokal guna pencegahan stunting.
Penyebaran itu dilakukan Polsek Galur dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo. Ratusan kilogram nila yang disebar ini terdiri dari 3.000 ekor bibit dengan berat 75 kilogram dan 100 ekor indukan dengan berat 40 kilogram.
Advertisement
BACA JUGA: Tekan Stunting, Alfamart dan Lukajel Gelar Posyandu di Sleman
Kepala DKP Kulonprogo Trenggono Trimulyo menjelaskan bahwa program tersebut bentuk komitmennya bersinergi dengan pihak lain terkhusus kepolisian dalam mewujudkan program ketahanan pangan.
Penebaran ikan nila ini, jelas Trenggono, mampu menciptakan ekosistem perikanan yang berkelanjutan dan menghasilkan tangkapan yang melimpah untuk masyarakat sekitar." Dengan ketersediaan ikan nila, masyarakat setempat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein keluarga," terangnya, Senin (18/11/2024).
Trenggono menyebut kegiatan tersebut juga merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, sekaligus mencegah stunting pada anak-anak.
"Kami juga memberikan pelatihan pada warga tentang teknik dasar budidaya ikan nila, termasuk cara merawat kolam, pemberian pakan yang tepat, dan menjaga kualitas air," paparnya.
Pelatihan itu dilakukan agar benih nila yang sudah ditebar dapat dibudidayakan secara maksimal. "Dengan adanya program ini, kami berharap Kulonprogo dapat menjadi contoh daerah yang sukses dalam mengintegrasikan program ketahanan pangan dan upaya peningkatan gizi masyarakat,” tuturnya.
DKP Kulonprogo berencana untuk memperluas program serupa, jelas Trenggono, ke kalurahan lain di wilayahnya. "Tidak hanya bibit ikan nila, jenis ikan lainnya seperti lele dan gurame juga akan dipertimbangkan untuk dibudidayakan sesuai kebutuhan dan potensi daerah masing-masing," ungkapnya.
Sementara Kapolsek Galur, AKP Budi Fendi Timur Wanto menerangkan kegiatan tersebut bentuk komitmen kepolisian terhadap kesejahteraan masyarakat dan upaya meningkatkan asupan gizi melalui sumber protein yang terjangkau.
"Diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein keluarga mereka secara mandiri, langkah ini juga mendukung upaya pencegahan stunting," jelasnya.
Selain itu melalui pelatihan budidaya ikan nila itu, Fendi menyebut kegiatan ini juga bertujuan mendorong kesejahteraan masyarakat. “Ini adalah langkah kecil yang membawa dampak besar, budidaya nila ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi mereka yang ingin menjual hasil panennya nanti," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Korupsi Timah, 3 Mantan Pejabat ESDM Dituntut 7 tahun Penjara
Advertisement
Ini Lima Desa Wisata Paling Mudah Diakses Wisatawan Menurut UN Tourism
Advertisement
Berita Populer
- Upaya Akselerasi Desa Wisata Wukirsari Terkendala Anggaran dan Keberadaan Terminal
- Seorang Pria di Ngampilan Jogja Bacok Istri dan Pamannya dengan Golok
- Tol Jogja-Solo Akan Beroperasi 30,9 Kilometer Dua Arah Saat Libur Nataru, Dibuka hingga Exit Toll Prambanan
- Bantul dan Sleman Jalin Kerja Sama Jaga Stabilitas Ekonomi
- Bawaslu Bantul Limpahkan Kasus Dugaan Ketidaknetralan Dukuh di Pilkada Bantul ke Bawaslu DIY. Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement