Banjir Rob Rendam Tiga Desa di Rembang, Abrasi Ancam Permukiman
Banjir rob merendam tiga desa di Rembang. Selain menggenangi rumah dan jalan, abrasi dilaporkan semakin mendekati permukiman warga.
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mengupayakan merenovasi bangunan beberapa sekolah yang tersebar di 17 kapanewon pada Tahun Anggaran 2025, guna mendukung kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan tersebut.
"Pada 2025 terkait dengan kegiatan ini masih harus menyelesaikan beberapa persoalan, di antaranya dari sisi infrastruktur. Karena masih ada beberapa sekolah yang memang perlu direnovasi," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Nugroho Eko Setyanto di Bantul, Kamis (28/11/2025).
Ia tidak menyebutkan secara detail berapa sekolah di Bantul yang masih perlu direnovasi pada tahun depan, namun sebagian besar merupakan bangunan sekolah dasar (SD) yang tersebar di seluruh 17 kapanewon di Bantul.
"Karena memang sudah waktunya untuk direnovasi, dan rusak, kebanyakan pada bagian atap plafon. Ada beberapa faktor, salah satunya lebih ke faktor usia bangunan, banyak yang SD, dan keberadaannya menyebar di seluruh Bantul," katanya.
Selain infrastruktur bangunan sekolah, kata dia, penyelesaian terhadap kebutuhan komputer untuk laboratorium sekolah akan dilakukan pada 2024, sebab sejauh ini masih ada beberapa sekolah yang ketersediaan komputer belum memadai.
BACA JUGA: Masyarakat Gunungkidul Diimbau Mewaspadai Persebaran DBD
"Kami juga masih membutuhkan beberapa peralatan informasi teknologi (IT), komputer khususnya supaya nanti anak-anak khususnya kalau di dalam melaksanakan kegiatan yang terkait dengan IT di sekolah bisa tercukupi," katanya.
Dia mengatakan laboratorium sekolah yang masih membutuhkan komputer dalam mendukung kegiatan belajar mengajar terdapat di beberapa sekolah, namun kebutuhannya tidak banyak, hanya perlu menambah unitnya.
"Agar nantinya ketika anak anak kita melaksanakan ujian berbasis komputer atau seleksi yang sifatnya menggunakan IT, bisa tercukupi," katanya.
Dia juga mengatakan, meski demikian seluruh sekolah sudah memiliki komputer, namun belum tercukupi kebutuhan, dan selama ini untuk pelaksanaan asesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD) di laboratorium, masih dijadwalkan beberapa sesi.
"Jadi kalau kami bisa lihat ketika kita melaksanakan ASPD, misalnya masih memakai sesi satu, sesi dua dan sesi tiga, namun kalau nanti sudah mencukupi semuanya bisa sesi satu selesai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir rob merendam tiga desa di Rembang. Selain menggenangi rumah dan jalan, abrasi dilaporkan semakin mendekati permukiman warga.
Film Warkop DKI: Viralin Dong! tayang 11 Juni 2026. Desta, Vino, dan Tora tampil total menghidupkan Dono, Kasino, dan Indro.
OJK mengawasi 8 pinjaman online karena masalah modal dan kredit macet. Industri pindar tetap tumbuh meski risiko meningkat.
Simak daftar harga motor listrik terbaru Juni 2026 dari berbagai merek. Mulai Rp16 jutaan, biaya operasional jauh lebih hemat.
Kulonprogo memprediksi isu kekurangan murid masih akan terjadi pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini. Pasalnya berdasarkan, telaah yang dilakukan i
Polda Sumut terapkan pengamanan berlapis laga Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U19. Ribuan penonton dan tamu VVIP dijadwalkan hadir.