Progres Tol Jogja-Solo Tembus 85 Persen, Ruas Sleman Segera Tersambung
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman mencatat ratusan anak menjadi korban kekerasan di Sleman.
Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Wildan Solichin mengungkapkan total ada 164 kasus kekerasan terhadap pada anak hingga November 2024.
Wildan mengatakan ratusan korban itu tidak semuanya menjadi korban kekerasan seksual. Angka 164 tadi mencakup anak yang menjadi korban kekerasan fisik, kekerasan seksual maupun terkait dengan kekerasan jalanan. "Kami ada 164 kasus yang kami dampingi, 164 itu memang tidak semuanya kasus pelecehan seksual. Jadi ada yang kasus kekerasan melukai fisik," ujar Wildan, Kamis (5/12/2024).
"Tidak semuanya korban pelecehan seksual, kira-kira 50% pelecehan seksual, jadi ini sudah warning," kata dia.
Semua korban tadi telah mendapatkan pendampingan dari DP3AP2KB Sleman. Meskipun bisa jadi ada angka di luar itu yang mendapat pendampingan di lembaga lain. "Semuanya memang kami dampingi dan kondisi korban masing-masing," ujar dia.
"Mungkin selebihnya ada pula yang mendapat pendampingan oleh lembaga lain untuk melakukan penanganan yang sama," ungkapnya.
Upaya menekan angka kekerasan terhadap anak telah diupayakan lewat sejumlah cara. DP3AP2KB Sleman telah melakukan edukasi ke sejumlah forum maupun komunitas anak. Edukasi juga merambah ke hal-hal lain mulai dari bahaya media sosial, judi online hingga pornografi.
"Harapannya anak-anak yang menjadi forum anak ini akan menjadi agen untuk mereka mengedukasi teman-teman sebayanya," kata Wildan.
DP3AP2KB Sleman juga pernah menggandeng psikolog untuk melakukan skrining di sekolah. Hasilnya ternyata tak sedikit anak yang mengalami masalah, mulai dari mengalami halusinasi atau ingin bunuh diri.
"Ini memang saya katakan kalau seperti ini caranya warning lah, ini sudah darurat. Kami harus betul-betul mencari terobosan cara untuk bagaimana memahamkan kepada anak dan bahkan kepada orang tua juga," imbuhnya.
BACA JUGA: Dugaan Penculikan Anak di Kulonprogo, Polsek Panjatan Turun Tangan
Sebelumnya DP3AP2KB melalui UPTD PPA Kabupaten Sleman juga meluncurkan inovasi Konseling Keliling dengan Mobil Perlindungan (Kon Eling si Molin). Mobil keliling ini menyediakan layanan konseling psikologi dan hukum bagi masyarakat.
Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Sleman, Sri Puji Lestari menjelaskan Kon Eling si Molin merupakan aksi perubahan Dinas P3AP2KB dalam memberikan pelayanan publik yang prima. Langkah ini sesuai dengan Undang-undang No.25/ 2009 tentang pelayanan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.