Pemkot Jogja Kaji Penutupan Sirip Malioboro, Hasto Siapkan Solusi
Pemkot Jogja mengkaji penutupan bertahap sirip Malioboro. Hasto Wardoyo memastikan kebijakan diterapkan setelah solusi akses warga disiapkan.
Foto ilustrasi. Lokasi bakal terminal Imogiri Bantul. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mengusulkan rencana pembangunan Terminal Imogiri kepada Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan (Danais). Usulan tersebut dilakukan untuk meningkatkan fasilitas terminal sebagai simpul transportasi utama di Imogiri dan sekitarnya.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Bantul, Toto Pamudji Rahardjo menuturkan pihaknya telah mengajukan rencana pembangunan Terminal Imogiri sejak tahun 2022. Namun, tidak kunjung mendapat kejelasan dari Pemda DIY. Tahun ini Dishub Bantul kembali mengajukan usulan rencana pembangunan Terminal Imogiri menggunakan Danais tersebut.
“DED sudah rampung tahun ini, dan kami berharap realisasinya bisa dimulai pada 2026 dengan anggaran sekitar Rp13 miliar. Luas area terminal direncanakan mencapai dua hektare dengan berbagai fasilitas seperti gedung terminal, ATM, toilet, dan area lain yang mendukung,” katanya, Rabu (11/12/2024).
Beberapa fasilitas dasar di Terminal Imogiri pun sudah dibangun, seperti drainase, pos jaga, ruang istirahat untuk pengemudi, kios, dan pagar terminal.
Dishub Bantul juga telah menyelesaikan Desain Detail Engineering (DED) terminal pada 2022, yang mencakup rencana pengaspalan dan pembangunan gedung-gedung pendukung.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo Fungsional Dibuka, Waktu Tempuh Klaten-Prambanan Hanya Lima Menit
Dia menuturkan Terminal Imogiri dirancang menjadi simbol transportasi di wilayah tersebut. Namun, saat ini menurut Toto, terminal tersebut belum mampu berfungsi maksimal, karena kondisi infrastrukturnya yang belum memadai.
“Terminal Imogiri kami desain sebagai simbol transportasi bagi wilayah Imogiri. Hanya saja, saat ini terminal belum optimal untuk menampung armada bus yang ada. Kami mengusulkan pengaspalan melalui Danais karena terminal ini masih berupa tanah yang belum rata,” katanya.
Dishub Bantul mengajukan agar Danais digunakan untuk pengaspalan dan pembangunan fasilitas pendukung di Terminal Imogiri. Dia berharap agar pembangunan Terminal Imogiri dapat meningkatkan kapasitas terminal dalam melayani armada bus pedesaan dan antarkota antarprovinsi (AKAP).
Selain itu, Dishub Bantul juga merencanakan integrasi layanan transportasi seperti bus shuttle dan Trans Jogja di wilayah ini.
Dia menilai Terminal Imogiri berpotensi mengangkut ratusan penumpang per hari. Menurutnya, keberadaan sentra ekonomi masyarakat, beberapa lembaga pendidikan dan wisata membuat terminal tersebut berpotensi digunakan masyarakat luas.
“Kami ingin terminal ini menjadi pusat transportasi yang terintegrasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mengkaji penutupan bertahap sirip Malioboro. Hasto Wardoyo memastikan kebijakan diterapkan setelah solusi akses warga disiapkan.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
RPPLH DIY 2026-2056 disiapkan sebagai pedoman lingkungan 30 tahun. DPRD DIY meminta pembangunan ekonomi tak mengorbankan lingkungan.
Prabowo menargetkan swasembada daging sapi dan kerbau dalam 5 tahun. Danantara menggandeng JBS dengan investasi awal US$2,5 miliar.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.