Parkir Bus di Eks Menara Kopi Kotabaru Naik Drastis Saat Libur Panjang
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Jembatan Pandansimo tergenang air pada Selasa (5/11/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL–Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) DIY optimis Jembatan Pandansimo, Bantul, dapat digunakan saat mudik lebaran 2025. Saat ini progres pekerjaan konstruksi disana telah mencapai 92%.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 1.4 DIY, Vederieq Yahya menuturkan pihaknya optimis Jembatan Pandansimo dapat dilintasi pemudik pada Lebaran 2025. "Kita Provisional Hand Over [PHO], selesainya kontrak di akhir Maret 2025. Semoga lebaran ini sudah bisa dibuka untuk umum. [Kontrak untuk penyelesaian pekerjaan] Masih sisa sekitar 2,5 bulan," katanya saat ditemui di Satker PJN, Jumat (10/1/2025).
Hingga Januari 2025, lanjutnya, progres pekerjaan konstruksi mencapai 92%. Progres pekerjaan konstruksi tersebut lebih tinggi dibandingkan target yang telah ditetapkan yaitu mencapai 91%. Saat ini pekerjaan konstruksi Jembatan Pandansimo pada struktur jembatan bagian bawah telah rampung.
Beberapa pekerjaan yang telah dilakukan antara lain pemasangan pondasi, bore pile, Lead Rubber Bearing (LRB) dan pemasangan logo Corrugated Steel Plate (CSP). “Beberapa pekerjaan yang masih on going yaitu [pembangunan] dinding CSP yang berada di lengkungan [jembatan].Itu [dinding CSP] sudah mulai [dikerjakan], tetapi belum 100 persen,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Yahya, pihaknya juga tengah mengerjakan mortar busa atau material bangunan untuk lengkungan jembatan. Saat ini pihaknya juga melakukan pengaspalan pada beberapa bagian. Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga masih dilakukan sebagian.
Dalam waktu dekat, Satker juga akan mulai mengerjakan pedestrian yang akan ada di sisi kanan dan kiri jembatan. Dilanjutkan dengan pemasangan ornamen Jembatan Pandansimo. Pada Januari 2025, pembuatan fabrikasi untuk ornamen di jembatan tersebut sedang dilakukan.
Menurutnya, diperlukan waktu sekitar tiga bulan untuk merampungkan fabrikasi tersebut. Kemudian, ketika pembuatan fabrikasi tersebut rampung, maka dipasang pada tahap akhir pengerjaan konstruksi jembatan tersebut.
Tidak Ada Kendala
Selama Januari 2025, Yahya mengaku tidak mengalami kendala dalam pengerjaan konstruksi. Hal itu lantaran, selama Januari 2025 belum terjadi hujan deras yang mengakibatkan muka air sungai meningkat. Saat ini, pekerjaan konstruksi struktur bagian bawah telah rampung. Satker tinggal memasang ornamen Jembatan Pandansimo seperti gunungan dan beberapa tanaman khas DIY.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Desember 2024 menyetujui tambahan biaya untuk pengerjaan Jembatan Pandansimo. Jika sebelumnya alokasi anggaran dipatok Rp814 miliar, setelah persetujuan meningkat menjadi Rp863 miliar.
Tambahan anggaran untuk penambahan 200 pondasi akibat penambahan panjang Jembatan Pandansimo dari semula 1.900 meter menjadi 2.300 meter. Penambahan pondasi tersebut juga menambah waktu pengerjaan jembatan sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan proyek dari 31 Desember 2024 menjadi 31 Maret 2025.
“Maret [2025] itu bener-bener [semua pekerjaan konstruksi rampung] 100%, [antara lain] ornamen, bangunan pelengkap, marka keselamatan pengguna jalan. Semuanya [rampung],” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.