Bupati Gunungkidul Ajak ASN Nglarisi Pasar Tiap Jumat Awal Bulan
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul diminta untuk terus menyosialisasikan tentang cara pengelolaan sampah yang baik benar. Hal ini dikarenakan masih banyak warga membuang sampah sembarangan, seperti di jalanan atau di kawasan hutan.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mengatakan, komitmen pemkab untuk mengatasi persoalan sampah sudah baik. Hal itu terlihat dari sejumlah program yang dijalankan guna memastikan tidak ada masalah berkaitan dengan sampah.
Meski demikian, ia juga mengakui, tugas pemkab tidak hanya memastikan pengelolaan berjalan dengan baik. Namun, juga ada upaya mengajak partisipasi warga sehingga penanganan bisa lebih dioptimalkan.
BACA JUGA : Tiap Kalurahan di Gunungkidul Bakal Punya Satgas Siaga Sampah
“Program dari pemkab sudah bagus, tapi untuk kesadaran Masyarakat masih kurang. Jadi, pemkab harus terus memberikan edukasi berkaitan dengan pengelolaan sampah yang baik dan benar,” kata Ery, Selasa (14/1/2025).
Menurut dia, kesadaran warga membuang sampah dengan benar juga butuh ditingkatkan karena masih banyak yang membuang secara sembarangan. Sebagai contoh, di beberapa titik menuju Pantai ada tumpukan-tumpukan sampah di pinggir jalan.
Selain itu, di sejumlah hutan juga terjadi yang sama. Tumpukan sampah, kata Ery, terlihat di kawasan hutan Mojojerit, Paliyan-Jetis, Saptosari atau di Paliyan-Banyusoco, Playen. “Tidak boleh dibuang sembarangan dan warga harus diberikan pemahaman ini,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, satgas siaga sampah di Gunungkidul sudah dibentuk tahun lalu. Diharapkan keberadaan satgas dapat membantu dalam upaya optimalisasi pengelolaan sampah di Bumi Handayani.
Meski demikian, Hary mengakui proses pembentukan kelembagaan pengelolaan sampah tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten. Pasalnya, Lembaga ini juga akan dibentuk di seluruh kalurahan.
“Mudah-mudahan di akhir tahun nanti, 144 kalurahan di Gunungkidul sudah terbentuk Lembaga pengelola sampah,” kata Hary.
Dia menjelaskan, pembentukan Lembaga pengelola sampah tingkat kalurahan dikarenakan persoalan sampah bukan semata-mata tanggung jawab dari pemerintah. “Sampah adalah produk kita bersama sehingga ada upaya tanggung reteng, bahwa ada beban atau komitmen di masing-masing elemen di Masyarakat. Maka, pemerintah terdekat ada di kalurahan maka dibentuklah satgas pengelolaan di kalurahan,” katanya.
Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini berharap dengan adanya kelembagaan pengelolaan sampah di kalurahan maka bisa mengotimalkan upaya penanganan sampah di Gunungkidul. Di sisi lain, juga sebagai upaya peningkatan pengolahan sampah secara mandiri di lingkungan Masyarakat.
“Semua butuh proses dan harapannya di akhir 2025, seluruh kalurahan di Gunungkidul sudah membentuk satgas ini,” kata Hary.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balaikota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 tersedia mulai dini hari hingga malam. Cek rute dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.