27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat masih ada ribuan bayi di bawah lima tahun (balita) yang mengalami stunting pada Juni 2024. Dinkes Bantul berupaya memantau pertumbuhan balita melalui penimbangan di Posyandu. Namun, partisipasi orang tua yang membawa balita untuk ditimbang masih terbatas.
Dinkes Bantul mencatat ada 3.417 orang balita yang mengalami stunting berdasarkan penimbangan balita pada Juni 2024. Sementara prevalensi stunting di Bantul pada Juni 2024 mencapai 7,01%. Prevalensi stunting tertinggi berada di Imogiri, Srandakan dan Pundong.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul, Ninik Istitarin mengaku kehadiran balita stunting untuk melakukan penimbangan di Posyandu belum optimal tahun 2024.
“Masih ada gap pada kehadiran sasaran [balita stunting] di Posyandu yang tidak bisa 100%, namun pada intervensi serentak kita sudah 99,72%. Kemudian beberapa bulan berikutnya berkurang [kehadiran balita stunting untuk penimbangan di Posyandu] hingga sekitar 91%,” ujarnya, Rabu (15/1/2025).
Dia menekankan perlunya kehadiran balita stunting untuk melakukan penimbangan di Posyandu. Dia menilai dengan pengukuran tersebut pihaknya memiliki data yang lebih lengkap terkait kondisi anak stunting dan perkembangan tumbuh kembangnya by name by address.
Sementara Kepala Seksi Gizi, Kesehatan Keluarga, dan Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan(Dinkes) Bantul, Siti Marlina mengakui belum seluruh balita stunting menjalani penimbangan di Posyandu.
"Masih banyak balita yang tidak ditimbang setiap bulan di Posyandu," ujarnya.
Dia pun mengimbau agar orang tua balita yang mengalami stunting rutin melakukan penimbangan di Posyandu. Karena menurutnya penimbangan menjadi salah satu upaya untuk dapat memantau perkembangan jumlah anak stunting di Bantul.
“Karena itu [beberapa balita stunting tidak ditimbang di Posyandu] data kesehatan gizi mereka [beberapa anak stunting] belum sepenuhnya terpantau,” ujarnya.
Sementara, menurut Marina, pihaknya telah melakukan berbagai intervensi untuk menurunkan angka stunting tahun 2024. Intervensi tersebut menurutnya dilakukan pada ibu hamil, balita, dan remaja perempuan.
Dia menuturkan pihaknya melakukan pemeriksaan anemia pada remaja perempuan yang di tingkat SMP dan SMA. Kemudian, remaja putri yang terdeteksi mengalami anemia akan diberikan tablet tambah darah.
“Upaya ini kami lakukan untuk mencegah anemia berkelanjutan pada remaja perempuan,” katanya.
Kemudian, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memantau kesehatan calon ibu dan bayi.
“Kami juga memberikan tablet tambah darah [bagi ibu hamil] untuk 180 hari [masa kehamilan],” katanya.
Pihaknya juga mendorong pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif bagi bayi yang baru lahir hingga usia bayi mencapai enam bulan.
Kemudian, dia mengaku pihaknya juga memberikan makanan dengan gizi seimbang bagi bayi yang diindikasi stunting dengan pemberian makanan tambahan (PMT). Dia pun berupaya melakukan intervensi terhadap bayi yang mengalami gizi buruk untuk mencegah agar bayi tersebut tidak menjadi stunting.
“Kami memberikan penanganan medis khusus dan suplemen bagi bayi dengan gizi buruk,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.