Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mendapatkan alokasi dana keistimewaan dari Pemerintah DIY sebesar Rp41,6 miliar di 2025. Pagu ini mengalami penurunan ketimbang alokasi yang diberikan di 2024.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daearah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, Pemerintah DIY terus menggelontorkan danais ke Kabupaten Gunungkidul. Meski demikian, ia tidak menampik pagu alokasi tahun ini lebih kecil ketimbang penyaluran di 2024.
Tahun lalu, sambung dia, selama setahun dialokasikan sebesar Rp58 miliar. Namun, pagu di 2025 berkurang dikarenakan alokasinya hanya sebesar Rp41.659.424.800.
“Turun sekitar Rp17 miliar. Penyebab anggaran turun karena menurunnya alokasi danais yang diberikan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah DIY,” kata Aldian kepada wartawan, Selasa (21/1/2025).
BACA JUGA: Alokasi Danais Menurun, Bantul Lakukan Efisensi Kegiatan Kebudayaan
Menurut dia, secara garis pemanfaatan danais di Kabupaten Gunungkidul sudah berjalan dengan baik. Pemanfaatan tidak hanya diperuntukan dalam urusan kebudayaan karena juga ada dalamp program infrastruktur seperti pembangunan jalan baru di Tanjakan Clongop, pembuatan jembatan Dungwanglu di Banyusoco, Kapanewon Playen hingga Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan di Bumi Handayani.
“Banyak manfaat yang diperoleh dari akses danais yang bisa dirasakan hingga saat ini,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata ini menambahkan, pagu sebesasr Rp41,6 miliar yang digelontorkan di 2025, rencananya tersebar 12 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Gunungkidul. Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan menjadi OPD dengan aloksi terbesar karena pagunya mencapai Rp20 miliar.
“Dinas kebudayaan memang yang mendapatkan terbesar karena untuk berbagai kegiatan seperti pelatihan, pelestarian kebudayaan dan lainnya. Untuk OPD lain mendapat danais di antarannya dinas sosial, dinas perdagangan, dinas pariwisata dan lainnya,” kata Aldian.
BACA JUGA: BKK Dana Keistimewaan Wujudkan Kewenangan Keistimewaan
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, pagu danais di tahun ini ada penurunan. Tahun lalu, lanjut dia, mendapatkan alokasi sebesar Rp28 miliar, sedangkan di 2025 hanya memeroleh Rp17 miliar.
“Turun lumayan dibandingkan dengan alokasi tahun lalu,” katanya.
Meski demikian, Mantara memastikan program kegiatan yang direncanakan tetap dijalankan. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki, danais akan dipergunakan untuk berbagai urusan mulai dari kegiatan seni budaya, pelestarian kebudayaan dan lainnya.
“Memang ada penurunan sehingga berdampak terhadap jumlah kegiatan yang akan dilaksanakan. Tapi, kegiatan yang direncanakan tetap dijalankan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Pengajian kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 mengajak santri dan masyarakat memperkuat persatuan, toleransi, serta kerukunan di Jogja.
Sejumlah pengguna iPhone Duo melaporkan layar lipat retak di sekitar engsel. Apple mengganti salah satu unit, tetapi penyebabnya belum diketahui.
Cinema Day digelar 27 Oktober 2026 dengan tiket bioskop reguler maksimal Rp25.000. Simak daftar jaringan peserta dan cara membeli tiketnya.
Empat wakil Indonesia tampil di semifinal French Open 2026. Simak jadwal Rachel/Febi, Ubed, Raymond/Joaquin, dan Leo/Daniel.
Persijap Jepara bermain imbang 1-1 melawan Java United di pekan ketujuh Super League. Gol Juan Douglas menyelamatkan tuan rumah.