Advertisement

Kukuhkan Pengurus FPRB, Bupati Minta Mitigasi Kebencanaan di Gunungkidul Lebih Dioptimalkan

David Kurniawan
Minggu, 02 Februari 2025 - 18:47 WIB
Ujang Hasanudin
Kukuhkan Pengurus FPRB, Bupati Minta Mitigasi Kebencanaan di Gunungkidul Lebih Dioptimalkan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat mengukuhkan pengurus FPRB di Kantor Setda Gunungkidul. Sabtu (1/2/2025). - Ist / Humas Pemkab Gunungkidul

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengukuhkan pengurus Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB), di Ruang Handayani, Kantor Setda, Sabtu (1/2/2025). Diharapakan Lembaga ini bisa dioptimalkan dalam upaya mitigasi maupun penanganan kebencanaan di Bumi Handayani.

“Saya ucapkan selamat atas kepengurusan baru. Mudah-mudahan bisa Amanah dan dapat memberikan dampak yang baik bagi Masyarakat,” kata Sunaryanta.

Advertisement

Dia menjelaskan, FPRB dibentuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap masalah kebencanaan. Selain itu juga memiliki tugas lain, seperti memastikan pembangunan daerah yang berbasis pengurangan risiko bencana, bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan bai kantar kelembagaan penanggulangan bencana.

“Koordinasi ini penting untuk mengurangi adanya risiko bencana baru,” ungkap Sunaryanta.

Bupati berharap dalam menghadapi ancaman kebencanaan untuk tidak berjalan sendiri. Pasalnya, juga butuh dengan berbagai stakeholder serta melibatkan masyarakat bersama-sama meminimalisir dampak yang diakibatkan dari sebuah bencana.

“Peran FPRB sangat dibutuhkan dalam upaya mitigasi kebencanaan,” katanya.

BACA JUGA: Bahaya Rip Current Mengintai di Hampir Semua Pantai di Gunungkidul, Begini Tips dari Tim SAR

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono. Menurut dia, perubahan iklim sangat berpengaruh terhadap masalah kebencanaan sehingga butuh antisipasi agar saat terjadi bencana dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin.

“Upaya mitigasi akan terus dilakukan, termasuk melibatkan FPRB agar kesiapsiagaan bisa semakin diperkuat,” katanya.

Menurut Purwono, berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan di wilayah Gunungkidul ada beberapa potensi bencana. Sebagai contoh, untuk tanah longsor berada di zona utara seperti di Kapanewon Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen hingga Semin.

Di sisi lain, juga ada potensi angin kencang yang kerawanannya menyebar merata di seluruh Gunungkidul. Adapun potensi banjir juga ada ancaman, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Kali Oya sehingga kesiap-siagaan wajib ditingkatkan, khususnya pada saat musim penghujan.

“Dampak dari bencana hidrometeorologi harus diwaspadai. Upaya mitigasi juga butuh peran dan partisipasi aktif dari Masyarakat,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara

Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara

News
| Kamis, 26 Maret 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata

Wisata
| Minggu, 22 Maret 2026, 16:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement