Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi hujan./ stockcake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih berlangsung sampai akhir April mendatang. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sisa musim hujan ini.
Koordinator Data dan Informasi Stasium Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum, menjelaskan musim hujan sempat terjeda beberapa hari tanpa hujan lantaran adanya faktor pengganggu cuaca, yaitu siklon tropis Tilaah di barat daya Jawa.
“Pada saat itu kecepatan anginnya memang sangat cepat sekali, lebih dari 31 km per jam. Sehingga massa udara yang ada di DIY tersedot ke situ semua, sehingga tidak ada hujan beberapa hari ini. Tapi nanti akan kembali ke posisi awal lagi menjadi musim hujan,” ujarnya, Minggu (9/2/2025).
Siklon tropis tersebut membuat awan pembentuk hujan di atas Jawa tersedot sehingga tidak bisa menjadi hujan. Jeda tidak adanya hujan ini terjadi sekitar satu minggu. Saat ini, siklon tropis tersebut sudah agak menjauh sehingga sudah akan kembali turun hujan di wilayah DIY.
Adapun musim hujan masih akan berlangsung sampai dengan akhir April mendatang, bahkan di beberapa daerah sampai Mei dasarian I dan II. “Nanti kami update kembali untuk awal musim kemarau 2025, kami rilis secara nasional di sekitar April-Mei,” katanya.
Ia mengingatkan di sisa musim hujan ini masih terdapat potensi cuaca ekstrem, sehingga masyarakat masih harus waspada menyiapkan mitigasi. Potensi tersebut cukup tinggi pada masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau.
“Setelah jeda ini kan kembali ke normal, nanti di periode peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Nah biasanya di masa peralihan itu, potensi cuaca ekstrem seperti curah hujan intensitas tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi masih ada,” paparnya.
Berdasarkan monitoring BMKG, di akhir 2024 sampai dengan April 2025, Indonesia masih dipengaruhi oleh la nina dengan intensitas lemah. Maka baik musim penghujan yang lalu maupun kemarau mendatang akan bersifat normal.
“Kisaran awal musimnya masih normal. Kalau 2024 kemaren di awal tahun ada el nino, sehingga agak mundur. Kalau tahun ini berlangsung normal sampai pada awal dan akhir musim kemarau,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Empat perwakilan Sleman masuk daftar sementara kontingen DIY untuk SEA Games 2026, terdiri atas atlet, pelatih, wasit, dan mekanik.
Madura United bertekad mengakhiri rekor buruk melawan PSIM saat bertemu pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27.
Polda DIY belum memutuskan laga derbi PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta digelar dengan penonton. Evaluasi keamanan dilakukan hingga hari H.
Pilur serentak Bantul memasuki tahap penetapan calon. Sebanyak 24 lurah petahana telah mengajukan cuti untuk kembali mencalonkan diri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan keterlibatan koruptor, mafia, dan pelaku underinvoicing dalam kerusuhan Agustus.