Advertisement

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Digelar Lebih Dulu di Sleman, Dinkes Temukan Sejumlah Kendala

Andreas Yuda Pramono
Minggu, 09 Februari 2025 - 20:07 WIB
Arief Junianto
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Digelar Lebih Dulu di Sleman, Dinkes Temukan Sejumlah Kendala Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman telah menggelar program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tanggal ulang tahun di setiap Puskesmas sejak Senin (3/2/2025). Selama sepekan pelaksanaan PKG, Dinkes menemukan sejumlah kendala.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Esti Kurniasih mengatakan seluruh Puskesmas di Sleman telah siap menerima masyarakat yang datang untuk mengakses PKG.

Advertisement

Puskesmas telah menyiapkan metode sesuai kondisi dan sumber daya manusia di masing-masing Puskesmas guna memberikan layanan kepada pasien.

Esti menjelaskan ada puskesmas yang secara khusus menyediakan layanan PKG yang terpisah dengan layanan pasien lain. Ada juga puskesmas yang memberikan layanan PKG menjadi satu dengan layanan pasien rutin. “Memang ada yang menjadikan satu layanan rutin dengan layanan PKG. Soalnya sumber daya manusia di setiap puskesmas berbeda-beda, menyesuaikan saja,” kata Esti, Minggu (9/2/2025).

Dia mengaku ada beberapa kendala dalam pelaksanaan PKG, seperti masyarakat yang datang ke puskesmas belum terdaftar dan terverifikasi di aplikasi Satu Sehat.

Warga yang datang, rata-rata, masih berpatokan pada pendaftaran manual. Mereka datang hanya membawa KTP. Padahal, pelaksanaan PKG HUT dilakukan pertama-tama dengan mengisi formulir skrining kesehatan di aplikasi Satu Sehat.

Lebih lanjut, Esti menjelaskan ada fitur di aplikasi Satu Sehat yang baru bisa muncul atau aktif pada pekan kedua Februari 2025.

BACA JUGA: Uji Coba Pemeriksaan Kesehatan Gratis Besok, 2 Puskesmas di Gunungkidul Ini Mengaku Siap

Fitur yang baru muncul pada pekan kedua ini menimbulkan kendala lain, yaitu memperpanjang waktu layanan PKG bagi warga, karena warga yang bersangkutan harus melakukan skrining dahulu di puskesmas. “Kami berharap masyarakat secara aktif mengunduh aplikasi Satu Sehat dan mengisi kuesioner yang ada di dalamnya,” katanya.

Partisipasi Masih Rendah

Lebih jauh, Esti mengaku partisipasi masyarakat dalam mengikuti PKG HUT masih rendah apabila melihat sepekan pelaksanaannya.

Menurut pantauan Dinkes Sleman, ada Puskesmas yang dalam sepekan belum menerima warga yang mengakses PKG. “Tetapi program ini berkontribusi meningkatkan kunjungan ke Puskesmas dalam rangka promotif preventif. Kunjungan belum merata pada semua Puskesmas karena sistem notifikasi PKG pada aplikasi Satu Sehat pada Februari belum muncul. Tetapi Puskesmas sudah siap untuk memberikan layanan PKG sesuai kemampuan.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Bareskrim Periksa Kepala Desa Kohod Terkait Dugaan Pemalsuaan SHGB dan SHM Pagar Laut

News
| Selasa, 11 Februari 2025, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Liburan ke Garut, Ini Lima Tempat Wisata Alam Tersembunyi yang Layak Dinikmati

Wisata
| Senin, 27 Januari 2025, 21:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement