Advertisement
Kunjungan Museum di Sleman Masih Rendah, Dispar: Perlu Rebranding
Beberapa wisatawan tampak mengamati karya lukisan Jenderal Soedirman di Museum Monumen Yogya Kembali, Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (27/2/2025). - Harian Jogja / Andreas Yuda Pramono
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa perlu ada upaya lebih guna menarik wisatawan agar mau mengunjungi museum-museum yang ada di Bumi Sembada. Dispar mengaku penjenamaan ulang atau rebranding menjadi salah satu upaya yang dapat diambil.
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan upaya menarik wisatawan ke museum memang menjadi tantangan. Pasalnya, tidak semua orang memiliki ketertarikan di dunia permuseuman, wisata segmented.
Advertisement
“Orang yang datang ke museum biasaya orang-orang intelektual. Orang yang memang tertarik dengan sejarah suatu benda,” kata Zayid ditemui di Monumen Yogja Kembali, Kamis (27/2/2025).
Zayid menambahkan museum memiliki peran penting bagi generasi muda dalam memberikan tawaran narasi perjalanan sebuah bangsa. Sebab itu, mereka akan berupaya dan memberi dukungan setiap kegiatan pameran di museum.
Sebagai contoh, Monumen Yogya Kembali menggelar pameran lukisan, patung tokoh penting Serangan Umum (SO) 1 Maret 1949 dan Pameran Buku Jenderal Besar TNI, Soeharto pada Kamis (27/2) hingga Rabu (5/4/2025).
SO 1 Maret diinisiasi oleh Soeharto, Jenderal Soedirman, dan Sri Sultan HB IX. Sebab itu, pengunjung atau wisatawan akan melihat banyak lukisan dan patung tiga tokoh tersebut.
BACA JUGA: Gegara Refokusing Anggaran, 1.000 Anak Terlantar di Sleman Gagal Terima Bansos Tahun Ini
Kepala Bagian Operasional Museum Yogya Kembali, Nanang Dwinarto, mengatakan ada 76 karya lukis dan enam patung baik Jenderal Soedirman dan Soeharto.
“Kami berharap generasi muda bisa tahu dan mengenal tokoh-tokoh pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan, utamanya SO 1 Maret yang jadi roh Yogya Kembali,” kata Nanang.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Edy Winarya, mengatakan pihaknya memiliki tugas pokok dan fungsi dalam membentuk karakter masyarakat melalui edukasi museum. Menurut dia, museum menjadi pintu dalam membentuk karakter seseorang.
“Museum tidak sekadar menyimpan barang lama. Barang itu punya nilai sebuah perjuangan kalau di museum perjuangan. Nilai ini bisa digunakan untuk mengedukasi kalangan muda,” kata Edy.
Edy mengaku pihaknya tidak memiliki pembangunan infrastruktur fisik. Disbud berfokus pada upaya promosi, edukasi, dan pelatihan pemandu museum. Pengembangan koleksi juga menjadi ranah masing-masing museum.
Adapun jumlah museum di DIY ada sekitar 42 titik. Dari jumlah tersebut, 21 di antaranya berada di Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Advertisement







