WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi warga dari berbagai penjuru wilayah di DIY menghadiri open house Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang digelar di Bangsal Kepatihan. /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY meniadakan kegiatan open house Idul Fitri yang biasa digelar di Kepatihan di hari pertama kerja setelah libur lebaran. Masyarakat yang biasanya sangat antusias diimbau tidak perlu datang ke kepatihan.
Sekda DIY, Beny Suharsono, menjelaskan Pemda DIY tahun ini tidak akan menggelar kegiatan open house. “Kami tidak melaksanakan untuk tahun ini, mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/3/2025).
Alasan ditiadakannya open house ini salah satunya yakni tentang efisiensi anggaran, yang menginstruksikan kegiatan yang bisa ditunda sebaiknya ditunda. “Alasannya kalau ada yang bisa ditunda, bisa kita tunda,” ungkapnya.
Kegiatan open house biasanya dilaksanakan di hari pertama masuk kerja. Masyarakat biasanya berduyun-duyun sudah datang dari pukul 06.00 di kompleks Kepatihan. “Ada yang naik bus dan sebagainya,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini menurutnya sangat besar sehingga biasanya bisa memakan waktu lebih dari setengah hari. “Masyarakat seperti terpanggil karena ketemu dengan gubernur atau Sultannya. Tidak hanya ramai, antrean sangat panjang, sampai zuhur itu biasanya belum selesai,” paparnya.
Namun untuk kegiatan Grebeg dari Kraton Ngayogjokarto Hadiningrat menuju Kepatihan di hari pertama lebaran masih tetap dilaksanakan. “Kalau hari pertama lebaran kita terima grebeg dari Kraton. Itu masih ada, masyarakat bisa hadir. Tidak ditiadakan,” ungkapnya.
Selain open house, Pemda DIY juga meniadakan dua kegiatan lebaran lainnya, yakni syawalan ke kabupaten-kota dan pertemuan dengan diaspora di Jakarta. “Kami sudah menginfokan ke Bupati-Walikota. Kalau itu mau dilakukan Bupati-Walikota silakan saja,” kata dia.
BACA JUGA: 6 Juta Pemudik Diprediksi Masuk DIY, 22 Pos Pengamanan Disiagakan
Dua kegiatan ini biasanya dijadwalkan setelah open house di Kepatihan. “Setelah open house kita menyusun jadwal supaya tidak bersamaan. Yang paling dekat dari Kota Jogja ke Sleman. Tapi kali ini kita menunda semuanya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
SDN Pingit di Kota Jogja hanya menerima 11 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah memperkuat kolaborasi agar tetap bertahan di tengah minimnya siswa.
Kasus dugaan mafia tanah di Sleman masuk penyelidikan Polda DIY setelah dua sertifikat milik lansia diduga beralih nama dan menjadi agunan bank.
JBBA 2026 digelar besok dengan penilaian berbasis riset independen untuk mengapresiasi perusahaan dan institusi berkelanjutan di DIY.
Warga Gemawang kini menikmati air bersih hasil olahan air hujan dengan teknologi RO sebagai solusi menghadapi berkurangnya sumber air di Sleman.