JK di Harvard: Perang, Bencana, dan Korupsi Tekan Ekonomi Indonesia
Jusuf Kalla di Harvard menyoroti empat tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari perang global, bencana alam, korupsi hingga kebijakan anggaran.
Ilustrasi daging - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota Jogja meningkatkan intensitas pengawasan keamanan daging di pasar tradisional untuk mencegah peredaran daging yang tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi menjelang Lebaran 2025.
"Selain dilakukan pengawasan, pelaku usaha juga mengikuti pemeriksaan produk pangan asal hewan dengan her keuring yang ada di Pos Herkeuring RPH Giwangan," ujar Ketua Tim Kerja Pengawasan Mutu Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta Yuanita Ari Astuti di Yogyakarta, Rabu.
Sejak awal Ramadan, menurut dia, jumlah daging yang masuk ke Kota Jogja meningkat signifikan, sehingga pengawasan dilakukan lebih ketat, terutama di pasar-pasar utama, seperti Pasar Beringharjo, Pathuk, Kranggan, Sentul, dan Kotagede.
Pengawasan dilakukan bersama Dinas Perdagangan dan Satpol PP pada Rabu (19/3) dini hari, mulai pukul 03.00 WIB.
"Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran yang berkaitan dengan Perda Kota Yogyakarta Nomor 21 Tahun 2009 tentang Pemotongan Hewan dan Penanganan Daging," ujarnya.
Berdasarkan data DPP Kota Yogyakarta hingga 18 Maret 2025, rata-rata daging sapi yang masuk ke kota ini mencapai 2.650 kilogram per hari, sementara daging babi mencapai 1.700 kilogram per hari. Seluruh daging tersebut dipastikan telah melewati pemeriksaan di Pos Herkeuring RPH Giwangan.
Saat ini, sebanyak 24 pelaku usaha telah terdaftar membawa daging dari luar daerah melalui posko tersebut.
Selain melakukan pengawasan, kata Ari, pihaknya juga memberikan edukasi kepada pedagang terkait standar kebersihan dan higiene, seperti pemisahan daging dan jeroan, kebersihan alat potong, serta penggunaan celemek dan sarung tangan bagi penjual.
Medik Veteriner Pertama DPP Kota Yogyakarta Praditya menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah pencemaran bakteri berbahaya seperti Bacillus dan Staphylococcus yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
"Saat ini, uji laboratorium yang bisa kami lakukan masih terbatas pada total plate count (TPC), yang hanya menghitung jumlah bakteri tanpa mengidentifikasi spesiesnya. Kami berharap ke depan dapat melakukan uji isolasi bakteri yang lebih spesifik agar potensi bahaya kesehatan bisa dipetakan lebih jelas," katanya.
Sebagai langkah tambahan, DPP juga menggelar uji spesies menggunakan spesies test kit di Pasar Beringharjo dan Pasar Kotagede untuk memastikan tidak ada pemalsuan daging.
Hasilnya, kata dia, menunjukkan bahwa daging yang diperjualbelikan di dua pasar tersebut bebas dari kontaminasi bakteri berbahaya.
Terkait dengan penggilingan daging non-halal, Praditya mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Kota Yogyakarta belum memiliki tempat penggilingan daging yang secara khusus menangani daging non-halal.
"Harapannya, para penggilingan daging dapat lebih tertib dan menjaga kualitas serta kehalalan produk yang mereka hasilkan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jusuf Kalla di Harvard menyoroti empat tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari perang global, bencana alam, korupsi hingga kebijakan anggaran.
Ahli paru Tjandra Yoga Aditama mengingatkan risiko vape, mulai dari cedera paru-paru hingga gangguan kardiovaskular dan perkembangan otak.
SPPG Banjarharjo II di Muntuk, Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak 19 Oktober setelah melengkapi kebutuhan tenaga inti.
Pemkab Bantul menyiapkan pemindahan rute jeep wisata dari zona inti ke zona penyangga Gumuk Pasir untuk menjaga kelestarian bentang alam barchan.
Kementerian PKP menargetkan bedah 10.300 rumah tak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat