Liburan ke Pantai Bantul Makin Murah, Retribusi Dipangkas Jadi Rp5.000
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Jembatan Srandakan lama terputus akibat banjir. - Instagram
Harianjogja.com.com, BANTUL—Penanganan lanjutan terhadap konstruksi darurat groundsill Srandakan yang sempat tergerus derasnya arus Sungai Progo kembali dimulai setelah Lebaran.
Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) mengaku masih melakukan evaluasi untuk menentukan metode terbaik dalam menangani kerusakan yang berulang.
“Mulai Senin kemarin sudah dimulai lagi pengerjaan, tapi sementara masih pengecekan di lapangan,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA II BBWSSO, Riva Shofiarto, Selasa (8/4/2025).
BACA JUGA: Konstruksi Perbaikan Groundsill Srandakan Tergerus Aliran Sungai
Menurut Riva, bagian konstruksi yang terseret arus belum akan langsung dibangun ulang. Pihaknya tengah menanti hasil evaluasi teknis sebelum menentukan pendekatan konstruksi lanjutan yang lebih efisien dan tahan terhadap potensi arus ekstrem.
“Nanti kami tunggu hasil evaluasi ini. Kami sedang mencari alternatif penanganan yang efisien dan kuat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pekerjaan di lapangan belum sepenuhnya berjalan karena masih menunggu mobilisasi alat berat dan personel.
Sebelumnya, bagian darurat dari groundsill Srandakan yang baru diperbaiki kembali rusak akibat meningkatnya debit air sungai. Panewu Srandakan, Sarjiman menyebut curah hujan tinggi di wilayah hulu, terutama dari arah Temanggung, sebagai penyebab utama kerusakan. Hal tersebut berdampak langsung pada penghentian sementara pekerjaan perbaikan darurat pada akhir bulan puasa lalu.
BACA JUGA: Penanganan Jebolnya Groundsill Sungai Progo Butuh Koordinasi Pemkab Bantul dan Kulonprogo
“Penanganan darurat dihentikan sementara karena menjelang libur Lebaran tidak memungkinkan untuk mobilisasi alat berat dan pengiriman material,” kata Sarjiman.
Pekerjaan perbaikan semula ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari kerja. Namun, dengan kondisi cuaca yang tak menentu dan kendala teknis di lapangan, pelaksanaannya kini memasuki fase evaluasi kembali pasca-Lebaran. Evaluasi ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah untuk menjamin ketahanan infrastruktur di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.