Produktivitas Padi Bantul Tembus 10 Ton per Hektare dengan Tabela
Produktivitas padi di Bantul diklaim meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare dengan sistem tanam benih langsung atau Tabela.
Jembatan Srandakan lama terputus akibat banjir. - Instagram
Harianjogja.com.com, BANTUL—Penanganan lanjutan terhadap konstruksi darurat groundsill Srandakan yang sempat tergerus derasnya arus Sungai Progo kembali dimulai setelah Lebaran.
Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) mengaku masih melakukan evaluasi untuk menentukan metode terbaik dalam menangani kerusakan yang berulang.
“Mulai Senin kemarin sudah dimulai lagi pengerjaan, tapi sementara masih pengecekan di lapangan,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA II BBWSSO, Riva Shofiarto, Selasa (8/4/2025).
BACA JUGA: Konstruksi Perbaikan Groundsill Srandakan Tergerus Aliran Sungai
Menurut Riva, bagian konstruksi yang terseret arus belum akan langsung dibangun ulang. Pihaknya tengah menanti hasil evaluasi teknis sebelum menentukan pendekatan konstruksi lanjutan yang lebih efisien dan tahan terhadap potensi arus ekstrem.
“Nanti kami tunggu hasil evaluasi ini. Kami sedang mencari alternatif penanganan yang efisien dan kuat,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan pekerjaan di lapangan belum sepenuhnya berjalan karena masih menunggu mobilisasi alat berat dan personel.
Sebelumnya, bagian darurat dari groundsill Srandakan yang baru diperbaiki kembali rusak akibat meningkatnya debit air sungai. Panewu Srandakan, Sarjiman menyebut curah hujan tinggi di wilayah hulu, terutama dari arah Temanggung, sebagai penyebab utama kerusakan. Hal tersebut berdampak langsung pada penghentian sementara pekerjaan perbaikan darurat pada akhir bulan puasa lalu.
BACA JUGA: Penanganan Jebolnya Groundsill Sungai Progo Butuh Koordinasi Pemkab Bantul dan Kulonprogo
“Penanganan darurat dihentikan sementara karena menjelang libur Lebaran tidak memungkinkan untuk mobilisasi alat berat dan pengiriman material,” kata Sarjiman.
Pekerjaan perbaikan semula ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari kerja. Namun, dengan kondisi cuaca yang tak menentu dan kendala teknis di lapangan, pelaksanaannya kini memasuki fase evaluasi kembali pasca-Lebaran. Evaluasi ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah untuk menjamin ketahanan infrastruktur di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produktivitas padi di Bantul diklaim meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare dengan sistem tanam benih langsung atau Tabela.
KPK membuka peluang memeriksa Kepala BNPB Suharyanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan penyidik.
Portal pembatas ketinggian 4,2 meter dipasang di Ring Road Utara Sleman selama 24 jam. Kendaraan tinggi diminta menggunakan jalur alternatif.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Tidak Lagi Diam untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak
Como 1907 kalah 2-3 dari Feyenoord di Liga Champions. Gol bunuh diri Robert Sanchez membuat tim asuhan Cesc Fabregas gagal membawa pulang poin.
Prakiraan cuaca DIY Kamis 15 Oktober 2026, seluruh wilayah diprediksi cerah berawan dengan suhu tertinggi 35 derajat Celsius di Sleman dan Jogja.