6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kapanewon Kasihan menyambut positif rencana pemasangan CCTV dari Pemkab Bantul sebagai bagian dari program pengawasan sampah liar di wilayah mereka.
Pelaksana Tugas Panewu Kasihan, Anton Yulianto mengatakan, pengawasan berbasis teknologi akan mempermudah deteksi dan pencegahan pembuangan sampah ilegal yang selama ini sulit dikendalikan.
“Kalau dengan program tersebut, tentu kami sangat terbantu. Sudah sejak lama wilayah kami menjadi titik buangan sampah oleh oknum masyarakat,” katanya, Senin (14/4/2025).
Anton menyebutkan sejumlah titik rawan yang kerap menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan. Di antaranya di tikungan dari arah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menuju Ring Road Timur, serta area di sekitar jembatan yang membelah wilayah utara dan selatan. “Kiri kanan jembatan itu sering sekali jadi lokasi pembuangan. Ini jadi perhatian serius kami,” jelasnya.
Namun, keterbatasan kewenangan menjadi tantangan tersendiri. “Kami dari Kapanewon memberikan edukasi melalui surat atau simbol peringatan, sesuai kapasitas kami. Untuk penegakan, itu kewenangan Satpol PP dan dinas terkait,” ungkap Anton.
Pihaknya mengaku rutin melakukan pembersihan di titik-titik yang memungkinkan dijangkau. Namun tanpa pengawasan yang lebih canggih dan sinergi antarlembaga, upaya tersebut belum bisa sepenuhnya menghentikan kebiasaan masyarakat yang masih membandel.
“Kami sangat mendukung program ini. Harapannya, CCTV ini bisa jadi mata yang terus mengawasi dan mencegah pelanggaran sebelum terjadi,” ujar Anton.
BACA JUGA: Ratusan Ton Tumpukan Sampah Lebaran Masih Belum Terolah di Bantul
Praktik pembuangan sampah liar biasanya banyak ditemukan di sepanjang jalan Ringroad Selatan Bantul. Warga setempat juga mengaku resah dengan keberadaan sampah liar dan menyebut perlu solusi yang tepat untuk mengatasi masalah itu.
"Kalau tujuannya untuk menertibkan, saya setuju. Tapi jangan cuma pasang kamera. Perlu juga disediakan tempat pembuangan yang resmi dan mudah dijangkau warga. Kalau tidak ada alternatifnya, masalah ini akan muncul di tempat lain," kata Hendra salah seorang warga setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.