Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
tangkapan layar foto cacing keluar dari permukaan tanah./ @merapi_uncover
Harianjogja.com, BANTUL—Fenomena cacing muncul dari dalam tanah di wilayah Bantul dan sekitarnya yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Masyarakat melaporkan bahwa mereka melihat banyaknya cacing yang muncul ke permukaan tanah, terutama setelah hujan deras. Begini penjelasan ahli.
Guru Besar Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY) Bidang Ilmu Tanah, Prof Gunawan Budiyanto, menjelaskan bahwa fenomena tersebut kemungkinan besar dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menyatakan bahwa perubahan tekanan udara dan tingginya tingkat panas di dalam tanah akibat cuaca ekstrem menyebabkan cacing keluar dari tanah untuk mencari kelembaban saat hujan turun karena air yang masuk ke dalam tanah akibat hujan yang singkat tidak terlalu dalam untuk bisa dijangkau cacing.
“Bukan hanya cacing, tapi beberapa spesies makhluk hidup di bawah permukaan tanah yang suka kelembaban itu pada keluar memang karena kepanasan. Kalau kekeringan panjang, sebelumnya kan kita ada angin siklon utara kemudian sekarang matahari berada di atas garis khatulistiwa. Jadi benar-benar jarak sinar jatuh ke Indonesia itu maksimal,” jelasnya Minggu (4/5/2025).
Ia juga mengatakan jika cacing yang muncul ke permukaan tanah secara bersamaan biasanya di wilayah-wilayah persawahan dan perkebunan seperti di Bantul jadi akan sangat jarang jika ditemukan di perkotaan seperti Jogja kalaupun ada itu di area perkebunan. Karena daerah tersebut banyak terdapat humus yang merupakan makanan utama dari cacing dan hewan yang ada di dalam tanah.
Masyarakat diimbau tidak panik dengan adanya fenomena ini karena tidak menyebabkan hal yang berbahaya. Dosen UMY ini berpesan kepada masyarakat untuk memperbanyak menanam pohon agar mengurangi cuaca ekstrem yang ada.
“Atas fenomena ini saya berpesan untuk masyarakat agar perbanyak menanam pohon itu rumus yang paling bagus untuk menghadapi cuaca ekstrim. Pohon-pohon yang tidak terlalu tinggi seperti pohon yang buahnya lebat, rumusnya ya cintai tanaman,” Tutupnya. (M161)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Rudal Iran disebut makin canggih dengan teknologi pencari target. Kemampuan ini meningkatkan ancaman terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz.
Kampanye calon lurah di Gunungkidul dijadwalkan berlangsung 20-22 September 2026. Pilur akan digelar pada 26 September 2026.
Kejagung mengusut dugaan korupsi lahan Inhutani V oleh PT PSMI. Rp1 triliun disita, 47 saksi diperiksa, tetapi belum ada tersangka.
Basarnas memperluas pencarian lima jurnalis hilang di perairan Selat Sunda ke empat sektor dengan mengerahkan 13 kapal pada hari keempat.
Xiaomi memastikan Redmi Note 17 Series masuk Indonesia pada 16 September 2026, dengan varian Pro Max membawa baterai 10.000 mAh.