Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten bantul memastikan suplai hewan kurban seperti sapi dan kambing untuk Iduladha tahun ini aman dan mencukupi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati menyatakan bahwa suplai sapi dan kambing di Bantul cukup. Selain dari kelompok ternak di Bantul, peternak juga bekerja sama dengan cara mendatangkan ternak dari daerah lain.
“Kita memang mendatangkan (sapi dan kambing) dari luar juga. Kami kira ini cukup, sehingga tidak akan mempengaruhi inflasi,” kata Fenty saat melakukan pemantauan pasokan sapi dan kambing jelang Iduladha bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul.
Pemantauan ini bagoian dari upaya Pemda DIY dan Pemkab Bantul untuk menjamin ketersediaan sapi maupun kambing menjelang Iduldha 2025.
Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana mengatakan jelang Iduladha biasanya permintaan hewan kurban sapi dan kambing meningkat berkali lipat.
"Hukum ekonomi, ketika ada permintaan banyak, harga juga meningkat. Jadi kami di TPID tugasnya mengendalikan harga supaya tidak melambung tinggi, masih di batas wajar. Dan terkait usaha peternakan sapi yang dilakukan beberapa tahun ini juga penggemukan sapi ini sangat membantu ketercukupan sapi di Bantul," katanya.
Dia juga mengatakan, bahkan TPID DIY mendapat informasi bahwa kualitas pengawasan terhadap ternak sapi yang datang dari luar daerah sudah dilakukan dengan ketat, sehingga terjamin kesehatan dan keamanan untuk dipotong pada hari raya Iduladha 1446 Hijriah.
Lebih lanjut dia juga mengatakan, terkait dengan penjualan hewan kurban pada Iduladha Tahun 2025, dimungkinkan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dikarenakan perekonomian dunia, nasional, maupun lokal belum lebih baik dibandingkan tahun lalu.
"Jadi, ada sedikit penurunan permintaan hewan kurban baik hewan kurban sapi maupun kambing. Kondisi itu dialami di seluruh kabupaten di DIY," katanya.
BACA JUGA: Pelihara Beruang Madu hingga Binturong, Pria Kulonprogo Diringkus Polda DIY
Meski demikian, pihaknya belum bisa memperkirakan berapa persen penurunan jual beli hewan kurban tersebut. Hitungan akan diketahui apabila para takmir masjid atau panitia kurban di DIY sudah memberikan laporan atau data terkait hewan kurban yang akan disembelih.
"Tetapi, harus kita pahami bahwa ini menjadi situasi yang bersifat dinamis," katanya.
Sementara itu, Pengelola Peternakan Sapi Lintang Songo Farm, Rani, mengatakan pihaknya telah beberapa tahun ini memang fokus pada unit usaha di bidang peternakan sapi. Khusus pada hari besar seperti Iduladha, Lintang Songo Farm melakukan persiapan ekstra.
“Kami menyiapkan 100 ekor sapi yang didatangkan dari Bali. Ini kami membuka pre order (prapesan) sejak sebelum sapinya belum datang dan sudah terjual 90 ekor,” tutur Rani.
Ia menjelaskan, salah satu alasan mengapa mengambil sapi dari Bali karena jenis sapi ini merupakan sapi pedaging. Sapi Bali cenderung memiliki kulit yang tipis dan tulang yang kecil sehingga kualitas dagingnya dinilai bagus.
“Sapi Bali ini istilahnya ya wagyunya Indonesia. Karena kulitnya lebih tipis dan tulangnya juga kecil, jadi dagingnya lebih banyak,” imbuhnya.
Meski didatangkan dari luar daerah, Rani menyebut proses quality control atau pengecekan kualitas yang dilakukan Lintang Songo Farm sangat ketat. Hal ini untuk menjamin kualitas serta tidak melulu mengejar kuantitas semata. Rata-rata berat sapi yang dijual Lintang Songo Farm adalah 300 kilogram. Harga jual tertinggi pada kisaran 22 - 23 juta rupiah.
Selain itu, Lintang Songo Farm untuk sementara ini hanya akan menyediakan 100 ekor sapi mengingat daya beli masyarakat menurun dibanding tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.
Pelni memberikan diskon 30% tiket kapal kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Sebanyak 35 persen kecelakaan di DIY pada 2025 terjadi malam hari. Dishub DIY mengoptimalkan aplikasi Sigap Aset.
Kebakaran garasi bus Damri di Bandung menghanguskan 10 bus dan berdampak pada 13 rumah warga. Satu orang mengalami sesak napas.
Sleman meraih peringkat terbaik I Parasamya Karya Kencana Regional 3 berkat sinergi lintas sektor dalam program GENTING.