LBH Jogja Ungkap Kronologi Bentrok Malioboro hingga Tugu Jogja
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Ilustrasi program padat karya. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa padat karya tahap I telah selesai. Adapun padat karya tahap II akan digelar sekitar akhir September 2025.
Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih, mengatakan padat karya tahun ini digelar di tujuh lokasi menggunakan sumber dana APBD Sleman. Ketujuh lokasi tersebut ditentukan berdasar proposal yang masuk dan hasil identifikasi lokasi oleh Tim Teknis Disnaker Sleman.
Pelaksanaan padat karya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama ada empat lokasi dengan kontrak antara Disnaker dengan lokasi penerima hibah pada Februari – April 2025.
BACA JUGA: Padat Karya Mulai Digelar di Empat Lokasi di Kabupaten Sleman
“Tahap satu sudah selesai semua. Ada empat lokasi diresmikan rencananya 21 Mei di Salam, Wukirsari, dan Cangkringan,” kata Sutiasih dihubungi, Rabu (14/5/2025).
Sutiasih berharap program padat karya dapat memiliki dampak positif dengan menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Angka kemiskinan di Bumi Sembada pada 2024 tercatat sebesar 7,46% atau ada 97,94 ribu warga miskin.
Adapun tingkat pengangguran terbuka (TPT) 2024 di Sleman menyentuh 4,13% dengan jumlah angkatan kerja 684.783 orang. Dari jumlah ini, maka ada sekitar 28.281 warga menganggur.
“Padat karya sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat meskipun sifatnya sementara dapat dioptimalkan dengan tepat sasaran seperti memberikan lapangan pekerjaan bagi penganggur, setengah penganggur, maupun masyarakat miskin. Begitupun dengan hasil atau infrastruktur yang terbangun dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sleman, Sumaryati, mengaku tidak ada evaluasi apapun terkait hasil pengerjaan infrastruktur hasil dari program padat karya.
“Pekerjaan juga sudah sesuai spesifikasi. Kami tinggal menunggu untuk peresmian; ini sudah berkoordinasi dengan penerima manfaat,” kata Sumaryati.
Adapun padat karya tahap II akan digelar di Padukuhan Bayeman, Bangunkerto, Turi dengan usulan cor blok jalan; Padukuhan Bedilan/ Bolu, Margokaton, Seyegan dengan usulan saluran irigasi; dan Padukuhan Watuadeg, Jogotirto, Berbah dengan usulan cor blok jalan.
Sebelumnya, Sumaryati telah menjelaskan bahwa kelompok masyarakat atau sub lembaga pemberdayaan masyarakat (lpm) padukuhan atau lpm kalurahan mendapat pagu anggaran sekitar Rp160 juta per lokasi padat karya. Total pelaksanaan padat karya menggunakan APBD Sleman sebesar Rp1,12 miliar.
Anggaran tersebut juga mencakup komponen upah tenaga kerja. Hari orang kerja (HOK) berbeda-beda untuk setiap posisi. Mandor mendapat Rp95.000 per hari, tukang mendapat Rp90.000 per hari, dan pekerja Rp85.000 per hari. Dalam satu lokasi ada dua mandor, delapan tukang, dan sisanya pekerja. Minimal durasi bekerja per hari selama lima jam. Upah diberikan sepekan sekali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Program perumahan nasional menghasilkan nilai tambah ekonomi Rp25,3 triliun selama 2015–2025 dan menyerap 100.000 tenaga kerja per tahun.
Veda Ega Pratama finis keempat di Moto3 Qatar 2026 setelah memulai balapan dari posisi ke-14 akibat penalti.
Bali United mengalahkan Persik Kediri 3-0 pada pekan kesembilan Super League 2026/2027. Kemenangan mengantar Serdadu Tridatu ke posisi ketiga.
MJO mulai melemah, tetapi kekeringan di Kulonprogo masih melanda 8 kapanewon. BPBD telah menyalurkan 898 tangki air bersih.
Target cadangan minyak 60 hari dinilai perlu dicapai bertahap. Pengadaan stok tambahan 40 hari diperkirakan membutuhkan Rp70 triliun.