Gunungkidul Disiapkan Jadi Lokasi Pabrik Bioetanol DIY, Petani Peroleh Bantuan Benih
Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare untuk mendukung program ketahanan energi dan pengembangan bioetanol.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat menerima sertifikat warisan budaya tak benda dari Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Komplek Kepatihan. Senin (26/5/2025)/ Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga tradisi dan kuliner Gedebog Pisang yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul diakui sebagai warisan budaya tak benda di Indonesia.
Empat sertifikat ini diterima oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Gedhong Pracimasana di Komplek Kepatihan, Senin (26/5/2025).
Adapun tiga tradisi ini meliputi Njaluk Udan Andongsari (meminta hujan), Sambatan dan Bersih Kali Umbul Banteng. “Kami bangga karena ada empat warisan yang diakui sebaga warisan budaya tak benda di Indonesia,” kata Mbak Endah, Senin siang.
Menurut dia, dengan penetapan ini menjadi bukti dan komitmen dari pemkab untuk menjaga kelestarian seni dan adat tradisi yang berkembang di Masyarakat. Diharapkan Masyarakat juga ikut berpartisipasi terhadap pelestarian seni adat trandisi di lingkungan masing-masing.
BACA JUGA: Mulai 2026, Piala AFF Berubah Nama ASEAN Hyundai Cup
“Semua harus dijaga agar bisa lestari sehingga dapat dikenal sampai anak cucu nanti. Jangan sampai punah karena itu harus terus dilestarikan,” katanya.
Endah menambahkan, upacara njaluk udan Andongsari dilaksanakan di Padukuhan Klampok dan Gumbeng di Kalurahan Giripurwo, Purwosari. Adapun Bersih Kali Umbul Banteng berlangsung di Kalurahan Wiladeg, Karangmojo.
“Untuk tradisi Sambatan ada di seluruh wilayah dan hingga sekarang masih terpelihara dengan baik,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, empat peninggalan yang memeroleh sertifikat warisan budaya tak benda terdiri dari tiga tradisi dan satu kuliner. Untuk tradisi merupakan pelaksanaan kegiatan bersih kali, sambatan dan njaluk udan.
Dia menjelaskan, proses pengajuan dilakukan di 2024 dan akhirnya disetujui oleh Pemerintah Pusat sehingga sertifikat dari warisan budaya tak benda bisa diserahkan. Meski demikian, Mantara tidak menampik, proses kajian sudah dilakukan sejak 2023 hingga akhirnya diusulkan untuk mendapatkan predikat tersebut.
“Jadi prosesnya panjang karena dimulai kajian, kemudian pengusulan hingga proses verifikasi dari tim dari Pusat,” katanya.
Mantara mengatakan dengan penetapan sebagai warisan budaya tak benda ini merupakan bentuk pelestarian terhadap seni adat dan tradisi yang dimiliki. Selain itu, juga sebagai upaya perlindungan, pengembangan pemanfaatan hingga pembinaan terhadap objek-objek yang mendapatkan sertifikat.
“Kita terus berupaya dan akan terus menambah peningalan di Gunungkidul sebagai warisan budaya, baik benda maupun tak benda sebgai bentuk dari perlindungan dan pelestarian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan bantuan benih jagung seluas 1.000 hektare untuk mendukung program ketahanan energi dan pengembangan bioetanol.
Toyota Corolla generasi baru diproyeksikan hadir pada 2028 dengan opsi bensin, hybrid, PHEV, dan EV. Simak bocoran spesifikasi dan harganya.
FIFA menjatuhkan skorsing kepada Hossam Hassan, Ibrahim Hassan, dan Mostafa Zico usai kontroversi wasit dalam laga Mesir vs Argentina.
Cek harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan daftar harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Apple menggelar Pro and Tell pada 28 Oktober 2026. MacBook Pro layar sentuh OLED dan iPad mini OLED dirumorkan meluncur.
Manchester City menghadapi proses banding kasus finansial. Simak kabar usulan pengurangan 80 poin, denda 100 juta pound, dan status sanksi resminya.