Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Ilustrasi jamasan pusaka. /Dok-Harian Jogja>
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tradisi Jamasan Pusaka atau Tosan Aji terus dilestarikan di Kabuapten Gunungkidul. Hal ini terlihat adanya kegiatan rutin jamasan yang diselenggarakan di Bangsal Sewokoprojo di Kapanewon Wonosari.
Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta, Kanjeng Mas Tumenggung Dwijo Asmoro mengatakan, ada ratusan keris yang dicuci dalam proses jamasan Tosan Aji di Bangsal Sewokoprojo. Selain itu, juga ada tombak pusaka milik Pemkab Gunungkidul Kiai Margo Salurung yang dilakukan perawatan melalui proses pencucian.
“Secara fisik adalah untuk membersihkan pusaka. Tapi, ada juga tujuan dsecara batin, yakni memohon kepada Tuhan Maha Kuasa untuk membersihkan hati Nurani dari hal-hal yang buruk,” kata Dwijo kepada wartawan, Kamis (24/7/2025).
Dia menjelaskan, ada beberapa cara untuk membersihkan pusaka. Pertama, pusaka yang kondisinya masih bagus cukup diolesi menggunakan minyak wewangian seperti Melati dan cendana.
Namun demikian, apabila pusaka sudah berkarat maka wajib direndam terlebih dahulu dalam air kelapa yang diberikan perasan jeruk nipis. Perendaman dilakuan untuk memperlihatkan guratan-guratan dalam pusaka agar terlihat jelas dan seterusnya dibilas dan baru diolesi minyak wewangian.
“Harus dirawat dan bisa dilakukan setiap sebulan sekali dengan cara dilihat dan diangin-anginkan untuk mengurangi risiko berkarat,” katanya.
Disinggung mengenai proses jamasan di Bangsal Sewokoprojo, ia tidak menampik dilaksanakan setiap Bulan Sura dalam penanggalan Jawa. Namun, kepastian waktu juga tergantung dengan pelaksanaan jamasan pusakan di Keraton Yogyakarta.
“Biasanya dilakukan setelah Keraton selesai melakukan jamasan. Ini sudah jadi pakem dan etika yang harus dihormati,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, sudah menyiapkan sepuluh lokasi jamasan pusaka. Selain pelaksanaan di Bangsal Sewokoprojo sehingga nantinya bisa diikuti masyarkaat secara umum.
“Ini bagian dari melestarikan tradisi karena untuk merawat barang-barang yang bernilai seni yang tinggi sehingga harus dijaga,” katanya.
Sepuluh lokasi jamasan pusaka di antaranya di Kalurahan Patuk, Patuk; Kalurahan Ngeposari, Semanu; Pundungsari di Kapanewon Semin; Giricahyo di Kapanewon Purwosari. Selain itu, juga dilaksanakan di Kalurahan Sumberwungu, Tepus; Kalurahan Watusigar, Ngawen; Kalurahan Karangasem, Paliyan.
BACA JUGA: Kerja Sama Penggelolaan Dihentikan, Sampah Kembali Menggunung di Sejumlah Depo Kota Jogja
“Untuk yang satu lokasi dilaksanakan di kantor Dinas Kebudayaan Gunungkidul,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan jamasan pusakan dapat berjalan lancar dan diikuti oleh Masyarakat secara luas. “Mudah-mudahan dapat berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah disusun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Juan Martínez Munuera ditunjuk memimpin El Clasico Barcelona vs Real Madrid. Simak rekam jejak, kontroversi, dan catatan kedua tim.
Kongo memulai uji klinis TUMAINI untuk menguji kandidat vaksin Ebola Bundibugyo. WHO mencatat 9.552 kasus terkonfirmasi per 21 Oktober 2026.
Veda Ega Pratama meraih pole position Moto3 Australia 2026 dengan waktu 1 menit 35,299 detik. Ia mengaku senang dan siap menghadapi balapan.