Gogoh Iwak Ceria 2026 Jadi Cara Alihkan Anak dari Kecanduan Gawai
Gogoh Iwak Ceria 2026 di Dadap Sumilir, Kulonprogo, mengajak anak menjauh dari gawai melalui permainan menangkap ikan di alam terbuka.
Ilustrasi nasi kotak. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dugaan keracunan makanan karena makan bergizi gratis (MBG) yang dialami siswa SMP di Kulonprogo masih menyisakan tanya. Komisi IV DPRD Kulonprogo menekankan penyedia MBG harus ada penanggung jawabnya. Harapannya tidak beroperasi secara liar dan ketika ada kejadian seperti ada kejelasan sosok yang harus bertanggung jawab.
BACA JUGA: Ratusan Murid di Kulonprogo Keracunan MBG
Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo, Maryono menyampaikan, kejadian keracunan yang dialami para siswa jangan main-main. Lantaran menyangkut keselamatan anak bangsa dan manusia. "Jadi saya berharap semua terkait MBG ada penanggung jawabnya dalam arti pihak ketiga maupun mereka-mereka yang bermitra menyediakan MBG ada penanggung jawabnya. Saya berharap agar Bupati atau Sekda yang menjadi leading sektor tertingginya dari permasalahan MBG," katanya saat dihubungi, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya penanggung jawab menjadi penting sehingga diketahui dan tidak lari dari permasalahan. Maryono menegaskan, seharusnya ketika sudah ada dampak keracunan seperti ini harus diberikan hukuman berjenjang sesuai kesalahannya bagi penyedia MBG. Politisi PKS ini menilai sanksi terberat kalau ada dampak keracunan harus dikeluarkan atau dihentikan dalam berkecimpung di MBG.
"Tujuannya MBG kan mulia dan baik tetapi pelaksana dibawah banyak korban dan tidak bergizi oleh karenanya harus ada penanggung jawabnya," tegasnya. Maryono menilai, pihak ketiga MBG sangat liar. Dia beranggapan ketika ada penanggung jawab di daerah penyedia MBG tidak lagi liar.
Menurutnya, sebagai program dari pusat memang sudah semestinya mengikuti. Namun, di tingkat kabupaten jangan jadikan MBG ini proyek bancakan proyek. "Saya tidak setuju kalau hanya menjadi bancakan proyek karena ini menyangkut nyawa manusia," ungkapnya.
Maryono berspekulasi penyebab keracunan terkuat karena MBG. Menurutnya, pakai logika saja 80 siswa yang makan keracunan berarti sumbernya MBG itu. Ketika tidak ada hukuman hanya akan menjadi main-main saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gogoh Iwak Ceria 2026 di Dadap Sumilir, Kulonprogo, mengajak anak menjauh dari gawai melalui permainan menangkap ikan di alam terbuka.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.
Program Lumbung Mataraman di DIY menyalurkan KUR Rp9,17 miliar dan memperluas akses keuangan untuk memperkuat ekonomi kalurahan.
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.