Advertisement
Pentas Musik Cherrypop 2025 Digelar, Ada Puluhan Penampil dari Berbagai Genre dalam Empat Panggung
Barasuara menampilkan karyanya dalam Cherrypop 2025 di Lapangan Kenari pada Sabtu (9/8/2025). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Cherrypop 2025 digelar dengan mengangkat tajuk Gelanggang Musik. Dalam penyelenggaraannya kali ini, Cherrypop 2025 menampilkan puluhan penampil dengan berbagai genre dalam empat panggung.
Creative Director Cherrypop, Arsita Pinandita menuturkan pihaknya menggandeng 58 penampil dengan berbagai genre musik. Beberapa genre musik yang ditampilkan dalam tontonan tersebut antara lain genre mitos atau penampil yang ikonik dan legendaris, dan genre emerging atau penampilan musik genre baru atau yang sedang berkembang.
Advertisement
“Untuk penampil dengan genre mitos antara lain The Monophones, Kornchonk Chaos, Dojihatori, dan Santet,” katanya, Sabtu (9/8/2025).
Kemudian untuk penampil yang dikategorikan genre emerging antara lain Om Kacau Balau, The Skit, Loon, dan Colorcode.
BACA JUGA: Bakal Tayang 14 Agustus, Merah Putih One for All Panen Kritik
Dia menuturkan puluhan penampil berbagai genre tersebut menyajikan karyanya dalam Cherrypop 2025 dalam empat panggung yang berbeda. Tahun ini, para penampil menunjukkan kemampuan bermusiknya dalam panggung Cherry Stage, Nanaba Stage, Yayapa Stage, dan Chilli Stage.
.jpg)
Ribuan penonton menyaksikan penampilan penamil dalam Cherrypop 2025 di Lapangan Kenari pada Sabtu (9/8/2025).
Dia menuturkan panggung Chili Stage merupakan panggung yang baru ada dalam Cherrypop 2025. Sebelumnya, pada Cherrypop 2024, hanya ada tiga panggung lainnya. Dia menuturkan Chilli Stage dihadirkan agar penonton dapat menyaksikan musik dengan struktur di luar band.
“Panggung ini [Chili Stage] dibuat dengan konsep intimate gigs, dan tertutup,” katanya.
Dia menuturkan tajuk Gelanggang diangkat agar budaya pop yang kini merambah di Nusantara dapat dimaknai sebagai cara hidup masyarakat. Dia menilai Cherrypop 2025 tidak hanya menjadi festival musik, tetapi juga panggung bagi berbagai ekosistem kreatif untuk bertemu dan berkembang bersama.
“Musik menjadi pintu masuk bagi seni visual, fesyen, film, merchandise, desain, zine, hingga gerakan kolektif,” ujarnya.
Sementara salah satu pengunjung, Argo yang merupakan warga Kota Jogja mengaku menikmati gelaran musik tersebut. Dia mengaku membeli tiket untuk hari pertama penyelenggaraan Cherrypop 2025 lantaran ada salah satu band favoritnya yang menampilkan karyanya.
“Memilih hari pertama [untuk menonton Cherrypop], karena ada musisi yang pengen dilihat,” katanya.
Pada penyelenggaraannya tahun ini, Cherrypop 2025 digelar di Lapangan Kenari pada 9-10 Agustus 2025. Dalam penyelenggaraannya kali ini, Cherrypop 2025 juga memiliki berbagai program spesial yang dapat diakses pengunjung antara lain Cherry District yang menampilkan berbagai rilisan fisik musik, Cherry Shop yang menjajakan official merchandise dari berbagai band, Cherry Market yang menjajakan puluhan kuliner.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
Advertisement
Advertisement








