Advertisement
Inspiratif! Pemuda di Jogja Ciptakan Aplikasi Kasir Laundry 1010Dry, Bisa Melacak Baju Hilang
Aspuri Ahmad (kiri) saat menunjukkan aplikasi 1010 Dry untuk kasir laundry. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah aplikasi kasir laundry berhasil diciptakan oleh pemuda di Jogja. Aplikasi berbasis online ini tidak hanya memudahkan pelaku usaha mikro kecil (UMKM) laundry, namun juga bisa melacak riwayat ketika baju hilang tertukar.
Pembuatan aplikasi bernama 1010 Dry ini digawangi oleh seorang alumnus El Rahma bernama Aspuri Ahmad. Ia memulai mengutak-atik pembuatan platform tersebut sejak 2017 silam hingga berhasil diluncurkan ke publik. Menariknya Aspuri dan kawan-kawan berangkat dari nol alias tanpa investor dalam mengembangkan start up hingga mampu bertahan sampai 2025 ini.
Advertisement
Bahkan tercatat platform tersebut sudah diunduh sebanyak 50 ribu akun. Adapun UMKM yang secara resmi menggunakan berlangganan sudah ada sekitar 2.800 pelaku usaha laundry. Platform yang saat ini telah beredar di masyarakat telah diperbarui dengan teknologi dan fitur lebih canggih lewat 1010 Dry Pro.
BACA JUGA: BPBD Sebut 204 Bangunan Rusak Akibat Gempa di Poso Sulteng
"Kami membuatnya dari nol, tidak ada funding atau investor. Grafiknya terus berkembang, saat ini ada 2.800 usaha laundry yang memakai, dengan catatan sekitar 30 ribu transaksi per harinya," katanya, Senin (18/8/2025).
Adapun di wilayah DIY sendiri sudah ada 200 UMKM Laundry yang menggunakan paltform buatannya dengan sistem langganan bulanan. Melalui platform tersebut UMKM bisa lebih siap untuk go digital, karena proses transaksi dilakukan secara digital. Jika biasanya menggunakan nota tulisan manual, saat ini dalam bentuk digital.
"Mengirimkan invoice juga lewat WA, jadi laporan keuangan tertata," ucap Aspuri Ahmad yang kini menjadi CEO.
Setiap kali transaksi pelaku usaha atau karyawan laundry bisa memasukkan jumlah baju yang masuk serta jumlah nominal tagihan pembayaran. Di sisi lain, pemilik laundry yang biasanya tidak berada di outlet bisa memantau secara real time jumlah transaksi lewat platform 1010 Dry tersebut. Karena di platform tersebut ada dua jenis, digunakan untuk owner dan karyawan yang melakukan transaksi.
"Owner bisa memantau tanpa datang ke outlet," katanya.
Salah satu semangatnya dalam menciptakan platform tersebut yaitu agar memberikan manfaat bagi UMKM dengan secara khusus menyasar UMKM Laundry. Di sisi lain, ia pernah merasakan keresahan baju hilang ketika di laundry. Hal itu sering ia rasakan ketika masih berstatus sebagai mahasiswa.
BACA JUGA: 670 Orang Meninggal Dunia, 1.000 Luka Akibat Banjir Bandang Pakistan
Melalui platfrom tersebut ada sistem kartu kontrol yang bisa melihat riwayat transaksi karena di dalamnya ada jumlah item baju. "Pegawai kan memasukkan jumlah potong pakaian dan jenisnya, nanti ketika mengambil juga terpantau jumlah yang kembali berapa. Sehingga bisa dilacak ketika ada pelanggan yang ternyata pakaiannya berkurang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Tiga Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka Rugikan Negara Miliaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mobil Terjun ke Ceruk Enam Meter di Kalasan Sleman Saat Hujan
- Terjadi Lagi Keracunan Makanan di Sekolah Bantul, Korban 80 Siswa
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 15 April 2026, Penerapan WFH
- Hujan Lebat Picu Longsor di Sleman, Talud Ambrol di Sejumlah Wilayah
- Sekolah Rakyat Lendah Dikebut, Target Juli Sudah Dibuka
Advertisement
Advertisement








