Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Salah satu mural karya para seniman di Jogja yang dihapus orang tak dikenal. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Mural berisi kritik yang merupakan karya sejumlah seniman di Jogja dirusak oleh orang tak dikenal. Perusakan terhadap mural tersebut diduga kuat untuk menghilangkan isi pesan kritik sehingga tidak tersampaikan kepada masyarakat.
Salah satu seniman yang turut membuat mural tersebut dengan nama samaran Kinky20 mengeluhkan tindakan pihak-pihak terkait yang diduga merusak mural tersebut dengan cara menghapus agar pesan tak tersampaikan ke publik. Ia berharap semua pihak memberikan ruang berekspresi bagi seniman untuk menyampaikan aspirasi melalui karya seni.
Adapun mural yang dirusak tersebut bertuliskan mural bertuliskan Reset Menggila(s) dan Awas Intel. Ia bersama beberapa seniman membuat mural di Jembatan Kewek pada 31 Agustus 2025 dan di Pojok Beteng Wetan pada 1 September 2025. Karya tersebut memang berisi kritik sosial terkait peristiwa meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi terjadi di sejumlah daerah dan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
BACA JUGA: KAI Beri Diskon Tiket Kereta 20 Persen di September 2025
"Jadi beberapa jam setelah selesai dibuat, karya itu hilang dan diduga dihapus oleh sekelompok orang. Harapannya kami tidak dibungkam ketika menyampaikan aspirasi,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Ia menceritakan saat proses pengerjaan mural di Pojok Beteng Wetan, pihaknya sempat didatangi sekitar 20 orang dengan menggunakan baju tanpa identitas.
“Mereka awalnya mengintimidasi, meminta kami hanya melukis yang indah-indah. Padahal seni itu relatif, dan mural adalah bentuk kritik sosial,” katanya.
Sebelum menggambar, seniman tersebut telah meminta izin kepada pemilik mural sebelumnya. Seniman tersebut memiliki etika dalam berkarya. Sehingga menurutnya tindakannya tersebut tidak menyalahi aturan. “Kami tidak asal menimpa karya orang lain. Ada etikanya,” katanya.
BACA JUGA: Sering Kecelakaan, Jalan Sleman-Gunungkidul Butuh Penambahan Rambu
Setelah itu mural-mural tersebut dirusak dengan ditimpa cat lain sehingga tidak terbaca lagi tulisannya pada Selasa (2/9/2025). Ia menyayangkan tindakan penghapusan mural yang dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap kritik masyarakat.
“Jogja itu kota budaya, kota seni. Sultan pun tidak pernah melarang mural di jalanan. Harapan kami sederhana: jangan mengintimidasi para seniman. Berikan ruang untuk berekspresi, karena seni adalah bagian dari kebebasan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.