Festival Teater DIY 2026 Jadi Ruang Generasi Muda Belajar dan Berkarya
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Aris Eko Nugroho (tiga dari kanan) memukul gamelan kethuk menandai pembukaan Pameran Pertanahan di Museum Sonobudoyo, Rabu (3/9). Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
JOGJA - Pameran Pertanahan bertajuk Dari Jejak Sejarah Menuju Tertib Pertanahan Masa Depan digelar di Museum Sonobudoyo, Kota Jogja, Rabu (3/9). Pameran ini menjadi ruang edukasi publik mengenai tanah Kasultanan dan tanah Kadipaten yang merupakan bagian dari kewenangan keistimewaan DIY.
Pameran yang berlangsung hingga Kamis (4/9) tersebut menampilkan berbagai dokumen arsip, peta historis, hingga rencana tata ruang digital. Selain itu, tersedia pula klinik konsultasi pertanahan dan talkshow yang menghadirkan perwakilan dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Pura Pakualaman, serta instansi teknis terkait.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, menegaskan momentum ini sekaligus menjadi refleksi perjalanan 13 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY. “Berkaitan dengan urusan pertanahan ini merupakan salah satu kewenangan keistimewaan yang ada di Yogyakarta. Diperlukan kejelasan informasi dan juga transparansi dalam pelaksanaan pemanfaatan tanah,” ujar Aris saat membuka Pameran Pertanahan, Rabu.
Ia menjelaskan, tanah Kasultanan dan Kadipaten bukan sekadar ruang, melainkan memiliki nilai sejarah, identitas budaya, serta sumber kehidupan masyarakat. Menurutnya, tanah tersebut kini memasuki babak baru sebagai fondasi bagi sistem pertanahan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Hasil Timnas Indonesia vs Laos, Skor 0-0 Meski Garuda Muda Tampil Dominan
Pameran ini juga dipandang sebagai sarana sosialisasi agar masyarakat lebih memahami aturan yang berlaku. Dengan pemahaman yang baik, pemanfaatan tanah dapat dilakukan sesuai ketentuan sehingga menghindarkan persoalan hukum di kemudian hari.
Kepala Dinas Pertanahan Tata Ruang (DPTR) DIY, Adi Bayu Kristanto, menekankan pentingnya pameran ini dalam memperkuat pemahaman masyarakat terkait dengan regulasi pertanahan. Ia menyinggung sejumlah aturan turunan dari Undang-Undang Keistimewaan, termasuk Perdais dan Peraturan Gubernur yang mengatur pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten. “Dalam pameran ini kami menyediakan konsultasi klinis, antara lain mengenai prosedur pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten yang diatur dalam Pergub DIY No.49/2018, serta perpanjangan hak guna bangunan maupun hak pakai di atas tanah hak milik Kasultanan,” katanya.
Selain itu, DPTR juga membuka layanan konsultasi terkait dengan pemanfaatan tanah kalurahan sesuai Pergub DIY No.24/2024. Regulasi ini, menurut Adi, perlu terus disosialisasikan agar tidak lagi menimbulkan permasalahan hukum yang melibatkan lurah, pamong, maupun masyarakat.
Pameran juga menghadirkan infografis mengenai data sertifikat tanah Kasultanan dan Kadipaten yang sudah terbit, serta contoh pemanfaatan tanah oleh masyarakat maupun lembaga. Langkah ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai praktik pengelolaan tanah di lapangan. Adi meyakini pameran akan memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Harapannya persoalan-persoalan pertanahan di DIY dapat selesai dengan baik,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival yang diinisiasi Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dengan dukungan Dana Keistimewaan 2026 tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.