WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sungai Gajahwong - ist/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) tahun ini menormalisasi beberapa sungai untuk mencegah banjir. Pada September ini, normalisasi sungai difokuskan di wilayah Kota Jogja.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSSO, Vicky Ariyanti, menjelaskan normalisasi sungai dilakukan rutin setiap tahun. “Normalisasi adalah bagian dari restorasi sungai. tahun ini di DIY sebenarnya sudah banyak kami lakukan,” katanya, Kamis (18/9/2025).
BACAJUGA: Pemerintah Siapkan Skema Impor BBM Satu Pintu Pertamina
Pada September 2025 ini, normalisasi sungai difokuskan di dalam wilayah Kota Jogja yakni di sungai Code, Winongo dan Gajahwong. “Sungai Code sepanjang 1 km, Winongo 500 meter dan Gajahwong 400 meter,” katanya.
Normalisasi sungai setiap tahun dilakukan di lokasi yang berbeda-beda, sesuai dengan prioritas. Normalisasi sungai menjadi upaya mencegah banjir. Meski demikian masih ada faktor lainnya yang bisa menyebabkan banjir seperti sampah.
“Tergantung seberapa besar lingkup kerja di sungai, bila dilaksanakan per tahun 1km, dan sampah-sampah yang dibuang ke sungai tidak ada lagi, normalisasi sungai bisa efektif. Banjir bukan hanya masalah setempat tapi dari hulu juga sudah ada masalah sampah yang juga harus dikendalikan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mendorong ke depan normalisasi sungai diusahakan dikerjakan di wilayah lainnya. “Dengan pertimbangan dan sebagainya tetap ada upaya ke sana,” kata dia.
Selain itu, kondisi resapan di Jogja menurutnya sudah cukup baik. Terdapat lima Kawasan Resapan Air (KRA) berdasarkan Perda DIY No. 10/2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY 2023-2043.
BACA JUGA: DPR RI Setujui Revisi RAPBN 2026, Belanja Negara Rp3.842,7 Trilun
Meski demikian di luar lima KRA itu, semua wilayah di DIY bisa jadi resapan. “Secara umum semua sebenarnya resapan, dari Gunung Merapi sampai ke pantai semuanya resapan. Semuanya juga di daerah aliran sungai. Selama ga ada timbunan bangunan masih aman. Di Jogja masih aman,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.