Warga Karang Sentolo Tolak Tambang Pasir Sungai Progo
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Transmigrasi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kulonprogo sudah memilih lima KK yang akan berangkat transmigrasi. Direncanakan para calon transmigran (Catrans) itu akan berangkat pada Desember 2025. Adapun daerah transmigrasi yang dituju yakni Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah.
BACA JUGA: Bus Inklusif di Kulonprogo Layani Dua Rute
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Transmigrasi Disnaker Kulonprogo, Farida Ariyani mengatakan lima KK Catrans itu tepatnya akan memulai hidup baru di Torire, Kecamatan Lore Tengah, Poso. Menurutnya, para Catrans diberangkatkan pada Desember nanti sesuai dengan perencanaan dari Kementerian Transmigrasi. "Lima KK itu yang terpilih sesuai seleksi beberapa waktu lalu," katanya, Selasa (30/9/2025).
Farida menjelaskan, kini lima KK Catrans tersebut sedang melakoni pelatihan transmigrasi. Pelatihan tersebut diadakan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Kementerian Transmigrasi yang berlokasi di Sleman. Pelatihan dimulai sejak awal pekan ini dan akan rampung pada Jumat (3/10/2025).
"Pelatihannya tentang banyak aspek terutama ilmu-ilmu pertanian dan perkebunan yang peruntukannya seperti kopi, duren, cokelat, jagung dan sayuran," imbuhnya.
Nantinya selesai pelatihan para Catrans tinggal menunggu waktu keberangkatan saja menuju tujuan transmigrasi di Poso yang tentunya ditanggung pemerintah. Sementara itu, Kepala Disnaker Kulonprogo, Bambang Sutrisna menambahkan, para Catrans ini nantinya mendapat sejumlah fasilitas setibanya di Lore Tengah, Poso. Di antaranya seperti lahan pekarangan dan rumah tipe 36 dengan total luas sekitar 0,1 hektare.
"Termasuk nantinya mendapatkan lahan usaha yang diberikan secara bertahap," ujar pria yang akrab disapa Bamsut ini.
Bamsut membeberkan, lahan usaha yang diberikan nantinya berjumlah dua bidang. Satu bidang lahan usaha seluas 0,9 hektare dan satu bidang lagi luasnya satu hektare. Lahan usaha yang diberikan tersebut nantinya yang digunakan para Catrans untuk mengolah pertanian yang sedang dilatih saat ini di BBPPMT Kementrans di Sleman.
"Baik rumah atau lahan usaha diberikan kepada Catrans gratis sebagai fasilitas transmigrasi dengan status kepemilikannya nanti secara bertahap menjadi hak milik," tuturnya.
Bamsut menuturkan, Catrans Kulonprogo berganti tujuan ke Poso setelah awalnya direncanakan ke Kabupaten Sukamara. Menurutnya pergantian tersebut menjadi keputusan dari pusat dan para Catrans tidak mempersoalkannya.
Dia mengimbau agar para Catrans tidak home sick atau selalu ingin pulang ketika nantinya sudah berangkat transmigrasi ke Poso. "Pantang mudik sebelum sukses," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.