Advertisement
Kurangi Sampah Organik, Kelurahan Baciro Gencarkan Budi Daya Maggot
Warga Baciro mengikuti sosialisasi budi daya maggot di Kantor Kelurahan Baciro, belum lama ini. - Istimewa - Dokumen Kelurahan Baciro
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Jogja, menggencarkan budi daya maggot sebagai pengurai sampah organik dengan menyosialisasikan langsung kepada masyarakat. Upaya ini melibatkan bank sampah, PKK, hingga komunitas masyarakat agar pengelolaan berjalan berkelanjutan.
Salah satu offtaker hasil budi daya maggot, Satrio Herlambang, turut memaparkan secara detail tahapan perawatan maggot terhadap warga Baciro. Menurutnya, proses dimulai dengan menempatkan baby maggot pada media khusus di dalam kotak pemeliharaan. Media tersebut berfungsi sebagai tempat tumbuh sekaligus wadah untuk menampung pakan.
Advertisement
“Maggot bisa diberi makanan dari sampah organik matang, misalnya sisa nasi, sayur, lauk-pauk, ikan, atau daging. Yang penting, kondisi makanannya kering dan tidak bercampur air supaya kotak tidak lembap,” kata Satrio, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, kelembapan menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan maggot. Bila media terlalu basah, maka maggot rentan mati atau tidak berkembang optimal.
BACA JUGA: Orang Tua Perlu Literasi Digital untuk Cegah Anak Kecanduan
Karena itu, warga diminta cermat saat memilah dan memberikan pakan. Dalam kondisi ideal, maggot hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk dipanen. “Setelah panen, hasil maggot akan diambil offtaker, sedangkan kotaknya akan diisi kembali dengan bibit baru untuk memulai siklus berikutnya,” katanya.
Lurah Baciro, Sutikno, menyebut langkah ini sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama warga untuk menekan jumlah sampah organik yang masuk ke depo. Ia menegaskan, bank sampah di wilayahnya kini tidak hanya mengelola sampah anorganik, tetapi juga dilibatkan dalam pengolahan sampah organik. “Dengan maggot, sampah organik matang bisa menjadi pakan, sehingga volume sampah berkurang signifikan,” katanya.
Selain distribusi kotak maggot kepada bank sampah, PKK, dan kelompok masyarakat lainnya, Kelurahan Baciro juga mendorong rumah tangga untuk aktif memilah sampah. Setiap keluarga diminta menyediakan wadah sederhana, seperti ember atau galon bekas, untuk menampung sampah organik matang maupun mentah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement








