Mahasiswa dari 17 Negara Belajar Kelola Sampah Langsung di Jogja
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Warga Baciro mengikuti sosialisasi budi daya maggot di Kantor Kelurahan Baciro, belum lama ini. - Istimewa/Dokumen Kelurahan Baciro
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Baciro, Kemantren Gondokusuman, Jogja, menggencarkan budi daya maggot sebagai pengurai sampah organik dengan menyosialisasikan langsung kepada masyarakat. Upaya ini melibatkan bank sampah, PKK, hingga komunitas masyarakat agar pengelolaan berjalan berkelanjutan.
Salah satu offtaker hasil budi daya maggot, Satrio Herlambang, turut memaparkan secara detail tahapan perawatan maggot terhadap warga Baciro. Menurutnya, proses dimulai dengan menempatkan baby maggot pada media khusus di dalam kotak pemeliharaan. Media tersebut berfungsi sebagai tempat tumbuh sekaligus wadah untuk menampung pakan.
“Maggot bisa diberi makanan dari sampah organik matang, misalnya sisa nasi, sayur, lauk-pauk, ikan, atau daging. Yang penting, kondisi makanannya kering dan tidak bercampur air supaya kotak tidak lembap,” kata Satrio, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, kelembapan menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi pertumbuhan maggot. Bila media terlalu basah, maka maggot rentan mati atau tidak berkembang optimal.
BACA JUGA: Orang Tua Perlu Literasi Digital untuk Cegah Anak Kecanduan
Karena itu, warga diminta cermat saat memilah dan memberikan pakan. Dalam kondisi ideal, maggot hanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk dipanen. “Setelah panen, hasil maggot akan diambil offtaker, sedangkan kotaknya akan diisi kembali dengan bibit baru untuk memulai siklus berikutnya,” katanya.
Lurah Baciro, Sutikno, menyebut langkah ini sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama warga untuk menekan jumlah sampah organik yang masuk ke depo. Ia menegaskan, bank sampah di wilayahnya kini tidak hanya mengelola sampah anorganik, tetapi juga dilibatkan dalam pengolahan sampah organik. “Dengan maggot, sampah organik matang bisa menjadi pakan, sehingga volume sampah berkurang signifikan,” katanya.
Selain distribusi kotak maggot kepada bank sampah, PKK, dan kelompok masyarakat lainnya, Kelurahan Baciro juga mendorong rumah tangga untuk aktif memilah sampah. Setiap keluarga diminta menyediakan wadah sederhana, seperti ember atau galon bekas, untuk menampung sampah organik matang maupun mentah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.
Rumah di Karanganyar terbakar diduga akibat anak berusia delapan tahun bermain korek api. Damkar Sragen membantu pemadaman selama sekitar 30 menit.
GoPay mengalami gangguan pada Selasa siang. Pengguna Gojek kesulitan top up dan bertransaksi, sementara saldo dan data dipastikan tetap aman.
Curhatan wisatawan ditegur oknum fotografer di plang Malioboro viral. Dispar DIY memastikan wisatawan harus merasa aman dan nyaman saat berwisata.
PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan Raudi Akmal. Kuasa hukum menilai alat bukti penetapan tersangka belum memenuhi ketentuan hukum.