Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Mantan Presiden Megawai Soekarnoputri saat meninjau koleksi meseum di Hutan Wanagama di Kapanewon Playen. Kamis (2/10/2025)./ Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul, Kamis (2/10/2025). Selain mendatangi Kantor BRIN, ia juga bernostalgia ke Hutan Wanagama yang sempat dikunjunginya 2005 lalu.
Megawati bersama rombongan sampai di Hutan Wanagama sekitar pukul 13.15 WIB dan langsung menuju Wisma Cendana untuk melihat-lihak koleksi di tempat tersebut. Ia juga menyempatkan diri untuk menandatangani foto Ketika dirinya berkunjung ke Wanagama di 2005 lalu.
“Selain ke BRIN. Wanagama juga menjadi tujuan utama karena Ibu [Megawati] bernostalgia kedatangannya pada 20 tahun lalu,” kata Sekjend PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Kamis siang.
Menurut dia, ada peran yang signifikan dilakukan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan ini untuk menghijaukan wilayah Gunungkidul yang dulunya terkenal gersang. “Di sepanjang perjalanan, Ibu bernostalgia, bagaimana Gunungkidul berubah melalui gerakan penghijauan yang diprakarasinya [Megawati],” kata Hasto.
BACA JUGA: Puluhan Ribu Lahan Tadah Hujan di Gunungkidul Siap Ditanami
Hasto mengatakan, kepedulian terhadap kelestarian alam tidak hanya diperlihatkan saat menjabat sebagai Presiden. Pasalnya, di partai, Megawati juga menanamkan gerakan penghijauan ini jadi kultur yang wajib dimiliki oleh setiap kader maupun simpatisan.
“Bahkan partai telah merilis buku Gerakan Merawat Pertiwi. Ini belajar dari kultur kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri yang sangat peduli dengan lingkugnan,” katanya.
Wujud dari kecintaan tersebut dapat dilihat dalam kegiatan ulang tahun partai yang diperingati setiap tahun. Didalam rangkaian peringatan pasti terselip kegiatan penanaman pohoh, gerakan bersih sungai.
“Setiap kepala daerah PDI Perjuangan wajib membuat hutan-hutan kota, kemudian juga semacam pusat untuk pengembangan kekayaan hayati, semacam kebun raya,” kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Imigrasi Sulsel menemukan WNA asal Filipina dan Malaysia memakai KTP Indonesia untuk mengurus paspor RI di sejumlah daerah.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.