Data Desil Bansos Kulonprogo Carut Marut, Aduan Warga Muncul Tiap Hari
Data desil bansos di Kulonprogo kerap berubah. Pendamping PKH menjelaskan mekanisme pemutakhiran data dan proses Musyawarah Kalurahan.
Foto ilustrasi pantai Glagah. /Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo menggelar festival perahu wisata hias di Laguna Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Sabtu (10/2025). Pelaksanaan dilakukan pada akhir pekan itu mengundang banyak wisatawan berkunjung. Setidaknya ada 45 perahu wisata yang dihias yang mayoritas pemiliknya merupakan pelaku wisata di Pantai Glagah.
Perahu wisata dihias dengan berbagai ornamen oleh para pemiliknya agar menarik minat juri. Perahu wisata yang memiliki hiasan unik dan memiliki konsep yang jelas akan berpeluang menjadi yang terbaik. Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman mengaku memang perahu wisata yang dihias ini bukan sekadar untuk dipertontonkan saja.
Melainkan juga dilombakan yang diikuti 45 peserta sehingga memunculkan yang terbaik. "Kriteria dan indikator penilaian perahu wisata hias meliputi estetika, kebersihan, kreativitas, inovasi, kegunaan dan daya tarik," katanya, Minggu (5/10/2025).
Hiasan di perahu wisata memiliki kebebasan berekspresi dengan catatan tidak menyinggung isu SARA dan rasis.
Sutarman mengungkapkan, lomba perahu wisata hias digagas untuk meningkatkan pelayanan di sekitar Pantai Glagah. Hiasan perahu wisata yang menang akan digunakan seterusnya harapannya bisa menarik wisatawan untuk menggunakan layanannya.
"Tujuannya memang untuk lebih menggairahkan layanan yang diberikan oleh kapal di Laguna Pantai Glagah," ungkapnya.
Lomba perahu wisata hias ini digelar berkat dukungan Dana Keistimewaan DIY tahun 2025. Berkat Danais DIY 2025 ini lomba perahu wisata yang digelar dapat memberikan insentif kepada masing-masing peserta sebesar Rp1,5 juta sebagai stimulus modal mempercantik perahunya.
Menurutnya event tahunan ini memang selalu melibatkan pelaku wisata Glagah dengan kreativitas yang berbeda-beda tiap tahunnya. "Lomba ini akan menetapkan lima terbaik yang mendapat penghargaan dan uang pembinaan," katanya.
Sutarman menuturkan, daftar pemenang lomba perahu wisata hias pertama diraih Karya Mandiri, terbaik kedua Malindo, terbaik ketiga Arrozak, terbaik keempat Nur Illahi 2 dan terbaik kelima Nur Illahi 1. Lomba semacam ini menurutnya mampu mempromosikan Pantai Glagah sebagai destinasi wisata Kulonprogo.
Seorang peserta dari kelompok perahu wisata Malindo, Nunik Wijayanti mengaku sudah mempersiapkan untuk perlombaan ini cukup lama. Mulai dari penataan konsep hingga dekorasi perahu yang mengusung Nyi Roro Kidul dalam hiasannya.
"Nyi Roro Kidul kami usung karena merupakan sosok ikonik yang erat kaitannya dengan pantai selatan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data desil bansos di Kulonprogo kerap berubah. Pendamping PKH menjelaskan mekanisme pemutakhiran data dan proses Musyawarah Kalurahan.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.
Pemkab Banyumas menargetkan Trans Banyumas kembali beroperasi 17 September 2026 setelah layanan berhenti sejak 30 Agustus.
JJLS Kelok 23 dibuka, Dispar Bantul akan mengevaluasi dampaknya terhadap kunjungan wisatawan dan masa depan TPR pantai.
KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 1,26 juta penumpang KA jarak jauh pada Agustus 2026, naik 19% dibanding periode sama 2025.
Pelajar Gunungkidul didorong melek politik, memahami etika demokrasi, serta menggunakan hak pilih secara bijak sebagai pemilih pemula.