Angka Pernikahan di Jogja Menurun, Usia Menikah Kini 22-28 Tahun
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Warga Cokrodiningratan berfoto bersama setelah mengikuti sosialisasi penggunaan aplikasi Sibas di Kelurahan Cokrodiningratan, Oktober 2025. (Dok. Kelurahan Cokrodiningratan)
Harianjogja.com, JOGJA — Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Jogja mulai menerapkan inovasi digital dalam pengelolaan sampah melalui aplikasi Sistem Layanan Bank Sampah (Sibas). Aplikasi ini digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis rumah tangga agar lebih efisien, transparan, dan terdata dengan baik.
Lurah Cokrodiningratan, Adityo Bagus Baskoro, menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi Sibas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Dengan aplikasi tersebut, kami berharap efisiensi pengelolaan data nasabah bank sampah dapat meningkat,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Menurut Adityo, perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk mendorong perubahan paradigma masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Melalui Sibas, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa warga Cokrodiningratan selama ini telah aktif mengolah sampah organik maupun anorganik dengan berbagai metode. Kehadiran aplikasi Sibas diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah yang sudah berjalan dengan pendekatan digital.
Adityo menambahkan, digitalisasi bank sampah menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan administrasi lingkungan di era modern. Dengan inovasi ini, pelayanan bank sampah diharapkan menjadi lebih efektif dan berbasis data akurat.
Dalam pelatihan penggunaan aplikasi, warga diperkenalkan dengan berbagai fitur Sibas, seperti pencatatan penimbangan sampah berdasarkan jenis, penentuan harga sampah secara daring, hingga pembuatan laporan volume sampah yang terkumpul setiap bulan.
“Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta berkesempatan mencoba langsung sistem digital yang telah dirancang oleh tim pengembang,” imbuhnya.
Ke depan, Adityo berharap para pengurus bank sampah di Kelurahan Cokrodiningratan dapat memanfaatkan aplikasi ini secara optimal sebagai media penyimpanan dan pelaporan data penimbangan sampah secara digital, sehingga prosesnya menjadi lebih aman, praktis, dan mudah digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
BGN menguji model MBG prasmanan di lebih dari 60 dapur untuk menjaga makanan tetap hangat, segar, dan mengurangi sisa makanan.
Ledakan mengguncang ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya. Lima orang luka, sejumlah bangunan dan kendaraan rusak, penyebab diselidiki.
Harga iPhone 15 dan 16 turun Rp1,5 juta per Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18 di Indonesia.
Markas permanen Kodam XXVI/Mataram dipastikan dibangun di Godean, Sleman, sementara kantor Korem 072/Pamungkas menjadi markas sementara.
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.