Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Wisatawan sedang menikmati pemandangan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (26/12/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul memiliki tugas berat untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2025. Pasalnya, capaian hingga di awal November belum sesuai dengan yang diharapkan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, tahun ini mendapatkan target meraup PAD dari retribusi wisata sebesar Rp33,5 miliar. Meski demikian, capaian hingga awal November masih jauh dari target karena baru terpenuhi sekitar Rp23,3 miliar.
“Ya kalau dikalkulasi masih kurang sekitar Rp10 miliaran dari target,” kata Eko saat dihubungi Selasa (11/11/2025).
Di sisa waktu yang kurang dari dua bulan ini, ia mengakui untuk menambah Rp10 miliar merupakan hal sulit. Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan yang diperoleh.
Menurut Eko, sudah menyiapkan sejumlah langkah-langkah untuk mengoptimalkan pendapatan. Selain terus menggencarkaan promosi wisata di Bumi Handayani, juga dilakukan upaya pengawasan yang lebih ditingkatkan.
Diharapkan dengan monitoring secara intens, maka potensi kebocoran retribusi dapat ditekan sehingga berdampak terhadap PAD yang diperoleh. Ia mengakui, sejak minggu lalu melakukan pengawasan dengan mendatangi ke lokasi tempat pemungutan retribusi (TPR).
“Kita datang pukul 03.00 WIB sudah ada di TPR. Tujuannya untuk memonitoring pemungutan retribusi di lapangan,” katanya.
Ditambahkan Eko, upaya monitoring dan pengawasan di TPR akan terus digencarkan, khususnya di akhir tahun ini dan saat momen liburan tiba. “Pengawasan dioptimalkan saat ada potensi peningkatan kunjungan. Mungkin sampai akhir tahun akan terus berkeliling dari pos ke pos pemungutan untuk mengintensifkan pengawasan,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, tidak hanya pendapatan yang masih jauh dari target. Pasalnya, untuk jumlah kunjungan juga belum sesuai yang diharapkan.
Di tahun ini, ada target kunjungan wisata sebanyak 3,1 juta orang. Namun, hingga Selasa pagi, jumlah yang berkunjung ke destinasi wisata di Bumi Handayani sebanyak 2,2 juta pengunjung.
“Kami tetap berupaya agar target penunjung maupun pendapatan bisa tercapai. Mohon doanya dan dukungannya,” kata Supriyanta.
Dia berharap sektor kepariwisataan di Gunungkidul bisa terus tumbuh. Oleh karenanya, upaya promosi akan terus digencarkan sehingga kunjungan wisata dapat terus ditingkatkan.
“Promosi menjadi salah satu kunci untuk mengenalkan keindahan destinasi wisata di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.