Pendapatan Gunungkidul 2027 Diproyeksikan Rp1,9 Triliun
Pendapatan Gunungkidul 2027 diproyeksikan Rp1,903 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,970 triliun dengan defisit Rp67,11 miliar.
Wisatawan sedang menikmati pemandangan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (26/12/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul memiliki tugas berat untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2025. Pasalnya, capaian hingga di awal November belum sesuai dengan yang diharapkan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, tahun ini mendapatkan target meraup PAD dari retribusi wisata sebesar Rp33,5 miliar. Meski demikian, capaian hingga awal November masih jauh dari target karena baru terpenuhi sekitar Rp23,3 miliar.
“Ya kalau dikalkulasi masih kurang sekitar Rp10 miliaran dari target,” kata Eko saat dihubungi Selasa (11/11/2025).
Di sisa waktu yang kurang dari dua bulan ini, ia mengakui untuk menambah Rp10 miliar merupakan hal sulit. Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya mengoptimalkan pendapatan yang diperoleh.
Menurut Eko, sudah menyiapkan sejumlah langkah-langkah untuk mengoptimalkan pendapatan. Selain terus menggencarkaan promosi wisata di Bumi Handayani, juga dilakukan upaya pengawasan yang lebih ditingkatkan.
Diharapkan dengan monitoring secara intens, maka potensi kebocoran retribusi dapat ditekan sehingga berdampak terhadap PAD yang diperoleh. Ia mengakui, sejak minggu lalu melakukan pengawasan dengan mendatangi ke lokasi tempat pemungutan retribusi (TPR).
“Kita datang pukul 03.00 WIB sudah ada di TPR. Tujuannya untuk memonitoring pemungutan retribusi di lapangan,” katanya.
Ditambahkan Eko, upaya monitoring dan pengawasan di TPR akan terus digencarkan, khususnya di akhir tahun ini dan saat momen liburan tiba. “Pengawasan dioptimalkan saat ada potensi peningkatan kunjungan. Mungkin sampai akhir tahun akan terus berkeliling dari pos ke pos pemungutan untuk mengintensifkan pengawasan,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, tidak hanya pendapatan yang masih jauh dari target. Pasalnya, untuk jumlah kunjungan juga belum sesuai yang diharapkan.
Di tahun ini, ada target kunjungan wisata sebanyak 3,1 juta orang. Namun, hingga Selasa pagi, jumlah yang berkunjung ke destinasi wisata di Bumi Handayani sebanyak 2,2 juta pengunjung.
“Kami tetap berupaya agar target penunjung maupun pendapatan bisa tercapai. Mohon doanya dan dukungannya,” kata Supriyanta.
Dia berharap sektor kepariwisataan di Gunungkidul bisa terus tumbuh. Oleh karenanya, upaya promosi akan terus digencarkan sehingga kunjungan wisata dapat terus ditingkatkan.
“Promosi menjadi salah satu kunci untuk mengenalkan keindahan destinasi wisata di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendapatan Gunungkidul 2027 diproyeksikan Rp1,903 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,970 triliun dengan defisit Rp67,11 miliar.
Jumhur Hidayat mengajak pemuda dan KNPI mengawal program prioritas Presiden Prabowo, termasuk gerakan pemberantasan korupsi.
ASEACCU ke-32 resmi berakhir di Ganjuran, Jogja. Thailand ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perguruan tinggi Katolik ke-33.
Aida S. Budiman resmi disetujui menjadi Deputi Gubernur Senior BI 2026–2031. Simak profil, karier, pendidikan, dan tugasnya.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Kota Jogja meraih 11 Warisan Budaya Takbenda DIY Tahun Penetapan 2025, menjadi perolehan terbanyak dibandingkan wilayah lain.