Kekeringan, 255 Hektare Lahan Pertanian di Prambanan Tak Ditanami
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menerapkan konsep wisata minim sampah selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan tidak menyediakan fasilitas tambahan tempat sampah di lokasi-lokasi kerumunan.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dan pengelola tempat wisata mengelola sampah secara mandiri.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep pengelolaan sampah Nataru yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sleman dan akan segera diterbitkan.
Surat Edaran tersebut disusun berdasarkan imbauan Kementerian Lingkungan Hidup agar pemerintah daerah melakukan pengendalian timbulan sampah. Oleh karena itu, konsep wisata minim sampah perlu menjadi pegangan pemerintah daerah maupun pengelola destinasi wisata.
“Kami menghindari pemasangan tempat sampah, karena jika tidak dikelola dengan baik justru bisa tidak terkendali. Jika tidak terkontrol, kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan visual,” kata Sugeng Riyanta saat ditemui di kantornya, Rabu (17/12/2025).
Pengelolaan sampah di objek wisata sepenuhnya diserahkan kepada pengelola masing-masing lokasi. Sementara itu, DLH Sleman melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan akan berkeliling menyisir sampah yang berserakan di titik-titik kerumunan wilayah Sleman bagian barat, tengah, dan timur.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Tamanmartani, Sendangsari, dan Donokerto dipastikan tetap beroperasi tanpa libur selama masa Nataru. Keberadaan tiga TPST tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pengendalian timbulan sampah agar tidak terjadi penumpukan.
Sugeng juga menyebut volume sampah saat Nataru diperkirakan tidak setinggi momen libur Idulfitri. Dengan demikian, DLH Sleman optimistis pengelolaan sampah dapat tertangani dengan baik.
“TPST tidak akan kewalahan. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, lonjakan wisatawan saat Nataru tidak signifikan,” katanya.
Selain itu, DLH Sleman terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pemantauan titik-titik kerumunan selama libur Nataru.
Sementara itu, Kepala UPTD Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki persiapan khusus menyambut libur Nataru. Menurutnya, petugas kebersihan UPTD dan TPST tetap bekerja dan beroperasi normal meskipun terdapat rangkaian kegiatan libur akhir tahun.
“Kami juga tidak akan menambah kantong-kantong sampah. Sampah akan kami evakuasi setelah kegiatan atau event di lokasi penyelenggaraan perayaan Nataru,” kata Singgih Budiyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.
Penjualan mobil September 2026 turun dari Agustus, tetapi tumbuh 28,1% secara tahunan. Simak data Gaikindo hingga September.
BSU 2026 Rp900.000 menyasar 13,3 juta pekerja. Simak cara cek NIK dan status penerima melalui laman resmi Kemnaker.
David Silva kembali bermain di usia 40 tahun setelah tiga tahun pensiun. Mantan pemain Man City itu bergabung dengan Supreme Sha Tin.
Sekolah Garuda memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa daerah dengan kurikulum global, beasiswa, dan target 100 sekolah pada 2029.
Kasus diare di Sleman mencapai 1.337 pada September 2026. DPRD meminta Dinkes menginvestigasi penyebab dan menguji kualitas air warga.