Pemkab Sleman Salurkan Bantuan TJSP Rp6,7 Miliar, Sasar Ribuan Warga
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menerapkan konsep wisata minim sampah selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dengan tidak menyediakan fasilitas tambahan tempat sampah di lokasi-lokasi kerumunan.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dan pengelola tempat wisata mengelola sampah secara mandiri.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, mengatakan pihaknya telah menyiapkan konsep pengelolaan sampah Nataru yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sleman dan akan segera diterbitkan.
Surat Edaran tersebut disusun berdasarkan imbauan Kementerian Lingkungan Hidup agar pemerintah daerah melakukan pengendalian timbulan sampah. Oleh karena itu, konsep wisata minim sampah perlu menjadi pegangan pemerintah daerah maupun pengelola destinasi wisata.
“Kami menghindari pemasangan tempat sampah, karena jika tidak dikelola dengan baik justru bisa tidak terkendali. Jika tidak terkontrol, kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan visual,” kata Sugeng Riyanta saat ditemui di kantornya, Rabu (17/12/2025).
Pengelolaan sampah di objek wisata sepenuhnya diserahkan kepada pengelola masing-masing lokasi. Sementara itu, DLH Sleman melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan akan berkeliling menyisir sampah yang berserakan di titik-titik kerumunan wilayah Sleman bagian barat, tengah, dan timur.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Tamanmartani, Sendangsari, dan Donokerto dipastikan tetap beroperasi tanpa libur selama masa Nataru. Keberadaan tiga TPST tersebut diharapkan mampu menjadi solusi pengendalian timbulan sampah agar tidak terjadi penumpukan.
Sugeng juga menyebut volume sampah saat Nataru diperkirakan tidak setinggi momen libur Idulfitri. Dengan demikian, DLH Sleman optimistis pengelolaan sampah dapat tertangani dengan baik.
“TPST tidak akan kewalahan. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, lonjakan wisatawan saat Nataru tidak signifikan,” katanya.
Selain itu, DLH Sleman terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dispar) dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pemantauan titik-titik kerumunan selama libur Nataru.
Sementara itu, Kepala UPTD Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki persiapan khusus menyambut libur Nataru. Menurutnya, petugas kebersihan UPTD dan TPST tetap bekerja dan beroperasi normal meskipun terdapat rangkaian kegiatan libur akhir tahun.
“Kami juga tidak akan menambah kantong-kantong sampah. Sampah akan kami evakuasi setelah kegiatan atau event di lokasi penyelenggaraan perayaan Nataru,” kata Singgih Budiyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas
Studi terhadap hampir 67.000 wanita pascamenopause menemukan Planetary Health Diet dikaitkan dengan risiko kardiovaskular 28% lebih rendah.
Vivo V70 Lite 4G dikabarkan hadir dengan baterai 8.100mAh, pengisian 44W, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 50MP.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 91 jiwa dan 161.084 pengungsi hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Kabut asap menyelimuti Pekanbaru dengan jarak pandang 2,5 km. Kualitas udara sangat tidak sehat, PM2,5 mencapai 170 mikrogram.